Harga Minyak Jadi Sorotan, Melonjak Pesat!
Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Rabu (15/7)setelah ketegangan di Timur Tengah semakin memburuk. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran, sementara Teheran melancarkan serangan ke sejumlah infrastruktur AS di kawasan tersebut.
Brent naik 99 sen atau 1,2% ke level US$85,72 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI menguat 64 sen atau 0,8% ke level US$79,98 per barel. Pada perdagangan sebelumnya, harga minyak sudah ditutup naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam satu bulan.
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur penting yang sebelumnya menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia. Iran kembali mengklaim menutup selat tersebut setelah konflik dengan AS memanas lagi dan gencatan yang sebelumnya rapuh mulai runtuh.
AS juga meluncurkan serangan baru untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Di sisi lain, Trump mengatakan target energi akan disimpan untuk tahap terakhir, tetapi tetap membuka peluang menyerang infrastruktur energi Iran jika konflik terus berlanjut.
Dampaknya ke market, harga minyak masih berpotensi bertahan tinggi selama risiko Hormuz, serangan drone, dan ancaman terhadap fasilitas energi belum mereda. Jika konflik makin luas dan merusak infrastruktur energi Teluk, minyak bisa kembali mendekati US$100. Namun, jika diplomasi berhasil membuka jalur Hormuz, tekanan harga bisa mulai mereda.(asd)
Sumber: Newsmaker.id