• Sat, Jul 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 July 2026 02:22  |

Minyak Anjlok saat AS dan Iran Lanjutkan Perundingan

Harga minyak ditutup melemah pada Jumat (10/7) setelah Amerika Serikat dan Iran diperkirakan tetap melanjutkan perundingan, meskipun serangan terbaru kembali memanas dan menekan kesepakatan gencatan senjata kedua negara.

West Texas Intermediate atau WTI turun 0,9% dan ditutup di level US$71,41 per barel di New York. Meski melemah pada perdagangan terakhir, minyak acuan AS tersebut masih mencatatkan kenaikan sekitar 4% sepanjang pekan.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak September turun 0,4% dan ditutup pada US$76,01 per barel. Pasar sempat memangkas kerugian sebelum kembali tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.

Trump juga mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara pihak-pihak yang bertikai tetap akan dilanjutkan. Seorang pejabat AS mengatakan diskusi teknis masih berlangsung, sementara delegasi Qatar dilaporkan telah tiba di Iran untuk membantu proses diplomasi.

Badan Energi Internasional atau IEA memperingatkan bahwa kembali meningkatnya konflik antara AS dan Iran berisiko menghambat upaya pemulihan persediaan minyak global yang telah menurun. Kekhawatiran juga meningkat karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz turun signifikan.

Data pelacakan kapal menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terbatas setelah nyaris terhenti pada Kamis. Sedikitnya dua kapal tanker minyak berukuran besar dilaporkan melintasi jalur tersebut pada Jumat melalui rute yang mendapat perlindungan Amerika Serikat.

Di tengah ketegangan tersebut, Uni Emirat Arab meningkatkan produksi minyak mentahnya ke level tertinggi sepanjang masa pada bulan lalu. Langkah itu menunjukkan upaya Abu Dhabi menjaga aliran energi kawasan tetap berjalan di tengah konflik.

Analis energi TP ICAP Group, Scott Shelton, menilai pergerakan harga menunjukkan bahwa pasar belum memperkirakan konflik akan berlangsung lama. Namun, ia mengingatkan bahwa prospek keseimbangan pasokan dan permintaan minyak dapat terlihat semakin lemah setelah perang berakhir.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai