Saham Wall Street Bergerak Variatif
Indeks saham utama Amerika Serikat bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (10/7), seiring aksi ambil untung pada saham-saham teknologi, khususnya produsen chip, yang mengimbangi penguatan sektor keuangan dan saham-saham ekonomi tradisional.
Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis, sementara Nasdaq 100 melemah sekitar 0,5% akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor yang sebelumnya mencatat reli.
Sentimen di sektor kecerdasan buatan (AI) sempat menguat setelah laporan bahwa penawaran saham perdana (IPO) terbesar oleh perusahaan asing di bursa Amerika Serikat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga tujuh kali. Optimisme tersebut turut didorong oleh keputusan Micron Technology untuk meningkatkan proyeksi belanja investasinya, sehingga menopang saham-saham yang bergerak di bidang infrastruktur AI, terutama produsen chip memori.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Investor memilih merealisasikan keuntungan, sehingga saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing turun lebih dari 2% pada akhir perdagangan.
Di sisi lain, Dow Jones mampu mencatat kenaikan tipis karena komposisi indeks tersebut tidak terlalu bergantung pada saham-saham produsen chip yang sedang mengalami tekanan.
Sektor keuangan dan saham-saham yang sensitif terhadap kondisi ekonomi juga memperoleh sentimen positif setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields) menurun. Selain itu, harga minyak yang mulai melemah meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, saham Delta Air Lines melonjak sekitar 2% setelah perusahaan membukukan kinerja keuangan yang lebih baik dari ekspektasi sekaligus mengumumkan kenaikan dividen kepada para pemegang saham.
Alasan Pergerakan Pasar
Aksi ambil untung pada saham semikonduktor setelah reli yang dipicu optimisme terhadap industri kecerdasan buatan.
Penurunan imbal hasil obligasi AS meningkatkan minat investor terhadap sektor keuangan dan saham-saham ekonomi tradisional.
Harga minyak yang melemah mengurangi kekhawatiran inflasi sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi lebih terbatas.
Laporan keuangan Delta Air Lines yang solid memberikan dorongan positif bagi sektor transportasi dan mendukung penguatan Dow Jones.
Dampaknya
Nasdaq 100 berada di bawah tekanan karena tingginya bobot saham-saham teknologi dan semikonduktor.
Dow Jones dan S&P 500 lebih stabil, didukung penguatan sektor keuangan serta saham-saham nonteknologi.
Rotasi sektor kembali terjadi, dengan sebagian investor mengalihkan dana dari saham teknologi menuju sektor yang lebih defensif dan sensitif terhadap ekonomi riil.
Arah pergerakan Wall Street selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat dan sinyal kebijakan suku bunga dari Federal Reserve, yang akan menjadi penentu sentimen pasar dalam jangka pendek.(yds)
Sumber: Newsmaker.id