Emas Datar, The Fed dan Iran Jadi Beban
Harga emas bergerak datar di atas level US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Jumat (10/7). XAU/USD sempat membalikkan pelemahan ringan di sesi Asia dari area US$4.109–US$4.108, tetapi belum menunjukkan dorongan bullish yang kuat. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah sinyal yang masih campuran.
Dari sisi positif, emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut setelah risalah rapat FOMC dinilai tidak terlalu hawkish. Dolar yang lebih lemah biasanya membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lain, sehingga dapat membantu menahan tekanan terhadap harga logam mulia.
Namun, ruang penguatan emas masih terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed belum sepenuhnya hilang. Risalah FOMC 16–17 Juni menunjukkan pejabat bank sentral AS masih terpecah mengenai arah suku bunga. Beberapa pejabat menilai pengetatan kebijakan masih mungkin diperlukan karena risiko inflasi tetap tinggi.
Pasar juga masih memperhitungkan peluang besar bahwa The Fed setidaknya akan menaikkan suku bunga satu kali hingga akhir 2026. Kondisi ini menjadi beban bagi emas karena suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Karena itu, meskipun dolar melemah, investor belum berani mendorong emas naik lebih agresif.
Dari sisi geopolitik, ketegangan AS dan Iran kembali menjadi perhatian utama. CENTCOM menyebut AS telah menyerang puluhan target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, lokasi rudal, dan infrastruktur logistik angkatan laut. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke instalasi militer AS di Bahrain dan Kuwait, sambil memperingatkan bahwa serangan tambahan dari AS dapat memicu respons regional yang lebih luas.
Meski begitu, kecemasan pasar sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi Washington untuk membuat kesepakatan. Seorang pejabat Gedung Putih juga memberi sinyal bahwa AS masih berkomitmen pada nota kesepahaman dengan Iran. Sinyal yang saling bertolak belakang ini membuat emas masih bergerak hati-hati, dan XAU/USD tetap berisiko mencatat pelemahan mingguan jika tidak ada aksi beli kuat yang mampu mengonfirmasi dasar harga jangka pendek.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id