Minyak Naik, Damai AS-Iran Diuji Hormuz
Harga minyak menguat pada perdagangan Senin (29/6) karena para pelaku pasar mencermati rencana pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini terjadi setelah ketegangan akhir pekan di sekitar Selat Hormuz kembali mengingatkan pasar bahwa gencatan senjata kedua negara masih sangat rapuh.
Minyak West Texas Intermediate atau WTI naik lebih dari 2% dan ditutup di sekitar US$71 per barel. Sementara itu, Brent menguat 1,6% ke level US$73,15 per barel. Kontrak Brent untuk September yang lebih aktif juga naik 1,8% ke US$73,91 per barel, sedangkan WTI untuk Agustus bertambah 2,2% ke US$70,75 per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah AS dan Iran dilaporkan sepakat untuk menghentikan sementara serangan balasan. Kapal-kapal juga disebut dapat kembali bergerak bebas melalui Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua pihak dijadwalkan melanjutkan pembicaraan damai di Doha pada Selasa.
Namun, Iran menyatakan hanya akan mengirim delegasi ahli ke Doha dan tidak akan bertemu langsung dengan tim Amerika Serikat. Teheran juga menegaskan tetap akan melanjutkan rencana pengaturan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, bahkan tanpa keterlibatan Oman. Sikap ini membuat pasar tetap berhati-hati terhadap arah negosiasi.
Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut sebelum konflik dimulai. Pada akhir pekan, lalu lintas kapal di kawasan itu menurun setelah kapal tanker Kiku yang membawa sekitar 2 juta barel minyak Qatar diserang. Selain itu, pasar juga mencermati masalah pasokan bahan bakar di Rusia setelah Presiden Vladimir Putin mengakui adanya gangguan pasokan, termasuk antrean di stasiun pengisian dan kemungkinan larangan ekspor diesel. (arl)
Sumber: newsmaker.id