• Mon, Jun 29, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 June 2026 07:24  |

Penurunan Harga Minyak Belum Permanen, AS-Iran Rapuh

Harga minyak naik pada awal perdagangan Asia di hari Senin (29/06), setelah ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan keraguan terhadap kesepakatan damai kedua negara. Meski begitu, kenaikan harga masih tertahan karena kedua pihak dilaporkan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan di Qatar pekan ini.

Kontrak Brent untuk pengiriman Agustus naik 0,8% ke level US$72,56 per barel. Harga minyak mencoba pulih dari level terendah dalam empat bulan terakhir setelah sebelumnya tertekan oleh meredanya premi risiko geopolitik. Investor sempat melepas kekhawatiran konflik setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara.

Tekanan terhadap harga minyak juga sempat datang dari membaiknya kondisi pasokan. Arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali mendekati level sebelum konflik, sehingga pasar melihat risiko gangguan distribusi energi mulai mereda. Jalur ini menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu titik paling penting dalam perdagangan minyak global.

Namun, serangan baru sepanjang akhir pekan kembali mengubah sentimen pasar. AS dan Iran dilaporkan saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu, di tengah perbedaan pandangan mengenai otoritas Iran di kawasan Hormuz. Aksi balasan ini sempat memperlambat arus pengiriman dan mendorong harga minyak naik pada perdagangan Senin.

Kenaikan harga minyak tetap terbatas setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran sepakat untuk segera menghentikan permusuhan. Kedua negara juga disebut akan menggelar pembicaraan baru di Qatar. Kabar ini membuat pasar tidak sepenuhnya panik, meski investor tetap berhati-hati terhadap rapuhnya kesepakatan damai sementara tersebut.

Pekan lalu, harga minyak sempat anjlok lebih dari 10% dan kembali ke level sebelum perang setelah AS dan Iran menyepakati perjanjian sementara untuk mengakhiri konflik. Namun, ketegangan antara Israel dan Lebanon masih menjadi ganjalan besar. Iran menuntut agar Lebanon ikut dimasukkan dalam kesepakatan damai yang lebih luas, sementara bentrokan antara Israel dan kelompok Hezbollah masih berlanjut di Lebanon selatan.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai