Wall Street Futures Menguat, Investor Waspadai Konflik Timur Tengah
Bursa saham berjangka Amerika Serikat bergerak menguat tipis pada perdagangan Minggu malam. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan baru di kawasan Timur Tengah berpotensi memperpanjang konflik.
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 124 poin atau sekitar 0,2%. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 menguat 0,4%, dan Nasdaq-100 naik 0,5%. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih mencoba bertahan, meski risiko geopolitik kembali membayangi sentimen investor.
Di Asia-Pasifik, pergerakan pasar cenderung beragam pada awal perdagangan Senin (29/06). Nikkei 225 Jepang melemah 0,35%, sedangkan Topix naik 0,43%. Kospi Korea Selatan turun 2,29% saat pembukaan, sementara Kosdaq menguat 0,97%. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga bergerak naik 0,41%.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menyerang target militer Iran pada akhir pekan. Serangan itu disebut sebagai balasan atas aksi Teheran di sekitar Selat Hormuz. Presiden Donald Trump juga menyampaikan peringatan keras kepada Iran setelah menuduh negara tersebut kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Di sisi diplomasi, sumber Pakistan yang terlibat dalam pembicaraan penghentian perang menyebutkan bahwa negosiasi saat ini masih tertunda. Meski demikian, sejumlah perwakilan tetap berada di Swiss agar pembicaraan dapat dilanjutkan ketika situasi memungkinkan. Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati potensi gangguan pasokan energi global.
Harga minyak mentah naik pada awal perdagangan seiring kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Brent naik 0,8% ke level US$72,57 per barel, sementara West Texas Intermediate menguat 1,1% ke US$70 per barel. Di Wall Street, pekan sebelumnya ditutup beragam karena investor mulai keluar dari saham teknologi. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun hampir 2% dan 4,6%, sementara Dow Jones justru naik 0,6%. Menjelang akhir Juni, S&P 500 masih melemah 3% sepanjang bulan, Nasdaq turun lebih dari 6%, sedangkan Dow naik lebih dari 1%. (asd)
Sumber: Newsmaker.id