• Thu, Jun 25, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 June 2026 07:19  |

Minyak Turun, Hormuz Mulai Pulih?

Harga minyak kembali melemah pada perdagangan terbaru setelah semakin banyak kapal tanker melintasi Selat Hormuz secara terbuka. Brent turun ke bawah US$76 per barel setelah sebelumnya melemah 1,1%, sementara West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$74 per barel pada Rbu (24/06). Penurunan ini terjadi karena pasar melihat risiko gangguan pasokan mulai mereda setelah Amerika Serikat dan Iran memberi sinyal kemajuan dalam perundingan damai.

Kepercayaan pasar juga meningkat karena sejumlah kapal mulai menyalakan sinyal satelit saat melewati Selat Hormuz. Langkah ini menunjukkan bahwa pemilik kapal merasa lebih aman untuk kembali melintasi jalur energi penting tersebut. Organisasi Maritim Internasional juga menyatakan telah menerima jaminan keselamatan yang mencegah ratusan kapal keluar dari Teluk Persia.

Meski begitu, proses menuju normalisasi penuh masih belum sederhana. Washington dan Teheran sama-sama menyebut adanya kemajuan awal untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak akhir Februari, tetapi klaim dari kedua pihak masih berbeda. Iran dan Oman juga mulai membahas kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz, termasuk kemungkinan biaya transit, meskipun masih ada kekhawatiran bahwa Iran dapat menarik biaya dari kapal yang berlayar.

Analis minyak dan gas Enverus, Carl Larry, menilai pasar saat ini sedang mencari dasar harga baru setelah kenaikan besar selama masa perang mulai terkikis. Menurutnya, area sekitar US$75 menjadi level yang mulai diperhatikan pasar. Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, mulai dari seberapa cepat pasokan bisa diganti, berapa lama waktu menunggu pemuatan minyak, hingga apakah China akan kembali menjadi pembeli besar di pasar energi.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari ekspektasi meningkatnya pasokan global. Harga minyak berjangka telah turun lebih dari tikungan dari puncak masa perang, terutama setelah Amerika Serikat mengizinkan pembelian minyak Iran sebagai bagian dari proses diplomasi. Produsen Teluk Persia seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak juga mulai bergerak cepat memulihkan ekspor. Uni Emirat Arab bahkan telah kembali ke hampir 85% dari tingkat produksi sebelum perang, menurut Badan Energi Internasional.

Namun, pasar belum sepenuhnya longgar. Di Amerika Serikat, data American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah di hub penyimpanan Cushing, Oklahoma, turun lagi sekitar 1 juta barel pekan lalu. Jika data resmi mengonfirmasi penurunan tersebut, persediaan Cushing bisa turun di bawah 20 juta barel, level yang sering dianggap sebagai batas operasional minimum. Artinya, meski sentimen geopolitik mulai membaik dan harga minyak melemah, risiko ketatnya pasokan di beberapa wilayah masih bisa menahan penurunan harga lebih dalam.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai