Pasokan Teluk Pulih Bertahap, Minyak Stabil
Harga minyak bergerak stabil pada Jumat (19/6) ketika pasar menilai pemulihan arus kapal melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya konsisten. Brent diperdagangkan di atas $79 per barel di sesi London dan masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 9%, setelah reli akibat perang AS-Iran hampir terhapus.
Sentimen pasar sempat membaik setelah Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan sementara pada Rabu. Sejumlah kapal yang sebelumnya tertahan mulai keluar dari jalur tersebut, termasuk tanker milik Saudi untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai lebih dari tiga bulan lalu.
Namun, optimisme itu tertahan setelah pembicaraan langsung AS-Iran untuk kesepakatan damai permanen ditunda. Wakil Presiden AS JD Vance menghentikan rencana perjalanan ke Swiss, sementara pasukan Israel menyatakan masih melanjutkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Penghentian permusuhan di wilayah tersebut menjadi salah satu syarat penting Iran dalam kesepakatan sementara.
Pada Kamis, kapal yang membawa hampir 10 juta barel minyak terlihat berada di luar selat atau bergerak melalui jalur tersebut. Vance menyebut 12,5 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz pada malam sebelumnya, yang berpotensi menjadi volume harian tertinggi sejak perang dimulai pada akhir Februari. Dalam kondisi normal, Hormuz biasanya dilalui sekitar 20 juta barel per hari minyak dan produk olahan.
Meski demikian, tidak ada tanker yang terlihat bergerak keluar dari Teluk Persia pada Jumat pagi. Kondisi ini menunjukkan proses normalisasi masih rapuh dan belum berjalan stabil. Pasar juga tetap memperhitungkan risiko teknis, mulai dari penempatan kapal, pembukaan kembali sumur, perbaikan infrastruktur, hingga kemungkinan pembersihan ranjau di jalur pelayaran.
Beberapa produsen mulai menyesuaikan diri dengan situasi baru. Abu Dhabi National Oil Co. dilaporkan meminta pelanggan melanjutkan pemuatan minyak dari pelabuhan di Teluk Persia. Kuwait juga mulai meningkatkan produksi dan menargetkan output di atas 2 juta barel per hari dalam sepekan.
Dari sisi pasokan, hampir 80 juta barel minyak disebut berada di supertanker di Teluk Persia dan siap melewati Hormuz jika pedagang serta pemilik kapal memberi persetujuan. Namun, pembukaan arus secara cepat dapat menciptakan gelombang pasokan baru yang belum tentu segera dibutuhkan kilang Asia, karena sebagian pembeli telah mengamankan kebutuhan jangka pendek.
Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,9% ke $79,16 per barel pada pukul 10.55 waktu London. WTI Juli naik 0,7% ke $77,16 per barel, sementara kontrak WTI Agustus yang lebih aktif melemah tipis ke $75,45 per barel.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada kelanjutan pembicaraan AS-Iran, keamanan Selat Hormuz, respons pemilik kapal, serta kecepatan pemulihan ekspor Teluk Persia. Selama arus kapal belum stabil, harga minyak berpotensi tetap sensitif terhadap setiap perkembangan diplomatik dan keamanan di kawasan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id