• Fri, Jun 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 June 2026 17:01  |

Pasokan Teluk Pulih Bertahap, Minyak Stabil

Harga minyak bergerak stabil pada Jumat (19/6) ketika pasar menilai pemulihan arus kapal melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya konsisten. Brent diperdagangkan di atas $79 per barel di sesi London dan masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 9%, setelah reli akibat perang AS-Iran hampir terhapus.

Sentimen pasar sempat membaik setelah Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan sementara pada Rabu. Sejumlah kapal yang sebelumnya tertahan mulai keluar dari jalur tersebut, termasuk tanker milik Saudi untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai lebih dari tiga bulan lalu.

Namun, optimisme itu tertahan setelah pembicaraan langsung AS-Iran untuk kesepakatan damai permanen ditunda. Wakil Presiden AS JD Vance menghentikan rencana perjalanan ke Swiss, sementara pasukan Israel menyatakan masih melanjutkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon. Penghentian permusuhan di wilayah tersebut menjadi salah satu syarat penting Iran dalam kesepakatan sementara.

Pada Kamis, kapal yang membawa hampir 10 juta barel minyak terlihat berada di luar selat atau bergerak melalui jalur tersebut. Vance menyebut 12,5 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz pada malam sebelumnya, yang berpotensi menjadi volume harian tertinggi sejak perang dimulai pada akhir Februari. Dalam kondisi normal, Hormuz biasanya dilalui sekitar 20 juta barel per hari minyak dan produk olahan.

Meski demikian, tidak ada tanker yang terlihat bergerak keluar dari Teluk Persia pada Jumat pagi. Kondisi ini menunjukkan proses normalisasi masih rapuh dan belum berjalan stabil. Pasar juga tetap memperhitungkan risiko teknis, mulai dari penempatan kapal, pembukaan kembali sumur, perbaikan infrastruktur, hingga kemungkinan pembersihan ranjau di jalur pelayaran.

Beberapa produsen mulai menyesuaikan diri dengan situasi baru. Abu Dhabi National Oil Co. dilaporkan meminta pelanggan melanjutkan pemuatan minyak dari pelabuhan di Teluk Persia. Kuwait juga mulai meningkatkan produksi dan menargetkan output di atas 2 juta barel per hari dalam sepekan.

Dari sisi pasokan, hampir 80 juta barel minyak disebut berada di supertanker di Teluk Persia dan siap melewati Hormuz jika pedagang serta pemilik kapal memberi persetujuan. Namun, pembukaan arus secara cepat dapat menciptakan gelombang pasokan baru yang belum tentu segera dibutuhkan kilang Asia, karena sebagian pembeli telah mengamankan kebutuhan jangka pendek.

Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,9% ke $79,16 per barel pada pukul 10.55 waktu London. WTI Juli naik 0,7% ke $77,16 per barel, sementara kontrak WTI Agustus yang lebih aktif melemah tipis ke $75,45 per barel.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada kelanjutan pembicaraan AS-Iran, keamanan Selat Hormuz, respons pemilik kapal, serta kecepatan pemulihan ekspor Teluk Persia. Selama arus kapal belum stabil, harga minyak berpotensi tetap sensitif terhadap setiap perkembangan diplomatik dan keamanan di kawasan.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai