• Tue, May 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 May 2026 20:56  |

Serangan AS Angkat Brent, Deal Iran Dinilai Belum Dekat

Harga minyak rebound tajam pada Selasa (26/5) setelah serangan militer AS di Iran memulihkan premi risiko pasokan, menambah ketidakpastian apakah kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali arus pelayaran Selat Hormuz bisa tercapai dalam waktu dekat. Penguatan terjadi sehari setelah aksi jual tajam yang dipicu optimisme diplomasi.

Brent naik US$2,95 (+3,07%) ke US$99,09 per barel pada 13:13 GMT, setelah anjlok sekitar 7% pada Senin. WTI berada di US$92,82, turun US$3,78 (-3,91%) dari penutupan Jumat; tidak ada settlement WTI pada Senin karena libur Memorial Day di AS.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi dengan Iran bisa “memakan beberapa hari”, meredam harapan terobosan cepat, sehari setelah Washington menyebut serangan di Iran selatan bersifat defensif. Repricing pasar mencerminkan pola yang kembali headline-driven: optimisme damai menekan premi risiko, tetapi eskalasi terbatas segera mengembalikannya.

Selat Hormuz tetap menjadi pusat transmisi fundamental untuk minyak. Material ini menyebut Iran efektif menghentikan hampir semua pelayaran non-Iran masuk dan keluar Teluk melalui Hormuz sejak perang dimulai, sehingga menahan sekitar seperlima aliran minyak dan LNG global. Dalam kerangka ini, setiap indikasi gangguan atau pemulihan akses langsung mengubah ekspektasi pasokan fisik dan volatilitas harga.

Di jalur diplomasi, negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha untuk pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar mengenai potensi kesepakatan dengan AS. Washington dan Teheran menyebut telah ada progres pada memorandum of understanding yang akan menghentikan perang dan memberi waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.

Namun, sinyal implementasi masih bercampur. Nikkei melaporkan Iran akan membersihkan ranjau di selat dalam 30 hari di bawah kesepakatan, setelah itu kapal dari semua negara dapat melintas lebih bebas dan aman, serta Iran menghentikan penarikan biaya transit. Pada saat yang sama, data pelacakan kapal menunjukkan tiga tanker LNG melintasi selat dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India, serta sebuah supertanker membawa minyak Irak ke China yang sebelumnya tertahan hampir tiga bulan, memberi sinyal aktivitas mulai muncul meski belum normal.

Risiko eksekusi tetap tinggi karena isu non-energi juga masuk ke negosiasi. Presiden AS Donald Trump mengulang tuntutan agar Iran menyerahkan uranium yang diperkaya untuk dihancurkan, menambah potensi titik sengketa yang dapat menggagalkan kesepakatan di menit terakhir. Seorang analis pasar dari IG menilai ini menjadi pengingat bahwa kesepakatan masih bisa runtuh pada tahap akhir, sebagaimana beberapa upaya sebelumnya.

Fokus pasar berikutnya adalah stabilitas pembicaraan Doha, detail mekanisme pembukaan Hormuz (jadwal, keamanan, dan siapa yang mengelola lalu lintas), serta apakah arus pelayaran yang mulai terlihat dapat bertahan. Selama kepastian itu belum muncul, minyak berpotensi tetap bergerak volatil dengan sensitivitas tinggi terhadap headline geopolitik. (Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai