• Tue, May 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 May 2026 12:38  |

Minyak Naik Usai AS Serang Iran

Harga minyak Brent menguat lebih dari 2% pada perdagangan Asia, Selasa (26/5), setelah militer Amerika Serikat melakukan serangan di Iran. Aksi tersebut membuat pasar kembali khawatir karena peluang tercapainya kesepakatan damai dan pembukaan kembali Selat Hormuz belum benar-benar jelas.

Brent naik sekitar US$1,98 atau 2,1% ke level US$98,12 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah pada sesi sebelumnya harga sempat turun tajam sekitar 7% karena pasar berharap konflik bisa segera mereda. Sementara itu, minyak WTI berada di sekitar US$91,79 per barel, masih tertekan dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

Pelaku pasar menilai serangan AS di wilayah selatan Iran dan serangan Israel terhadap Hezbollah membuat risiko geopolitik kembali meningkat. Kondisi ini mendorong harga Brent naik dan memperlebar jarak harga dengan WTI. Ketidakpastian makin besar setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan proses negosiasi dengan Iran masih bisa memakan waktu beberapa hari.

Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama pasar energi global. Sejak konflik berlangsung, Iran disebut telah membatasi sebagian besar aktivitas pelayaran non-Iran melalui jalur tersebut. Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Di sisi lain, Washington dan Teheran disebut telah membuat kemajuan dalam pembahasan nota kesepahaman untuk menghentikan perang sementara. Kesepakatan itu kabarnya akan memberi waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk mencapai perjanjian final. Salah satu poin yang dibahas adalah kemungkinan pembersihan ranjau di Selat Hormuz agar kapal-kapal dari berbagai negara bisa kembali melintas dengan aman.

Meski ada tanda-tanda kemajuan, pasar belum sepenuhnya yakin kesepakatan akan berhasil. Presiden AS Donald Trump kembali menuntut Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya untuk dihancurkan. Hal ini membuat pelaku pasar tetap waspada, karena kesepakatan bisa saja gagal di tahap akhir dan kembali memicu lonjakan harga minyak.(asd)*

Source: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai