• Tue, May 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 May 2026 07:34  |

Minyak Naik, Serangan Dekat Hormuz Guncang Prospek Deal

Harga minyak bergerak naik tipis setelah sehari sebelumnya jatuh lebih dari 7%, seiring laporan serangan militer baru di Iran kembali memicu ketidakpastian atas prospek kesepakatan sementara Teheran dan Washington untuk membuka Selat Hormuz.

Brent naik mendekati US$98 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$91. Kenaikan ini terjadi saat pasar menilai risiko pasokan masih tinggi, meski sebelumnya muncul sinyal pembicaraan berjalan positif.

Menurut laporan New York Times yang mengutip pernyataan Komando Pusat AS (Centcom), pasukan AS menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga mencoba memasang ranjau. Media semi-resmi Iran, Fars News Agency, juga melaporkan ledakan keras terdengar di sekitar selat dekat kota pesisir Sirik dan Jask.

Pada awal pekan, harga minyak sempat tertekan tajam setelah Presiden AS Donald Trump menulis bahwa pembicaraan “berjalan dengan baik,” sambil tetap mengancam serangan lanjutan jika negosiasi gagal. Di saat yang sama, ada pernyataan bahwa kesepakatan disebut sudah dekat, yang ikut menekan premi risiko pada sesi sebelumnya.

Meski reli pada Maret dan April, harga minyak masih mengarah mencatat penurunan sepanjang Mei karena gencatan senjata yang rapuh dan dorongan pembukaan kembali Hormuz lebih dominan dibanding sinyal persediaan yang menipis. Selat Hormuz, jalur strategis yang pada masa normal mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia dan LNG, pada praktiknya masih tertutup dan berada di bawah blokade AS dan Iran.

Sejumlah analis menilai terlalu dini menganggap kesepakatan akan tercapai dan dipatuhi. Pasar juga mencermati isu lain yang berpotensi menghambat, termasuk perbedaan pandangan soal siapa yang mengelola lalu lintas maritim di titik sempit tersebut, serta eskalasi di Lebanon setelah Israel menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Hezbollah.

Untuk perdagangan terbaru, Brent Juli naik 1,6% ke US$97,71 pada 08.13 di Singapura, sementara WTI Juli berada di US$91,39. Tidak ada penyelesaian harga pada Senin karena hari libur di AS, sehingga pergerakan hari ini lebih banyak merefleksikan penyesuaian risiko dan perkembangan headline geopolitik.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai