• Tue, May 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 May 2026 01:03  |

Minyak Jatuh Ke Terendah Dua Pekan Mendekati Deal AS–Iran

Harga minyak turun hampir 6% ke level terendah dua pekan pada perdagangan Senin (25/5), seiring meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran kian mendekati kesepakatan damai yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, Washington dan Teheran sama-sama meredam ekspektasi bahwa terobosan final akan terjadi dalam waktu dekat.

Minyak Brent turun $6,12 atau 5,9% ke $97,42 per barel pada pukul 12:43 siang waktu timur AS, sementara WTI turun $5,72 atau 5,9% ke $90,88. Keduanya berada di level terendah sejak 7 Mei. Volume perdagangan juga lebih tipis karena libur Memorial Day di AS.

Koreksi tajam ini mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik pada jalur pasokan energi. Selat Hormuz merupakan rute kritikal bagi pengiriman minyak, sehingga setiap sinyal pemulihan arus pengapalan cenderung cepat diterjemahkan pasar sebagai peningkatan ekspektasi pasokan dan normalisasi biaya risiko.

Seorang pejabat yang mengetahui kunjungan tersebut mengatakan negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha untuk pembicaraan dengan perdana menteri Qatar terkait potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung tiga bulan. Kedua pihak menyatakan telah membuat kemajuan pada memorandum of understanding yang akan menghentikan perang dan memberi waktu 60 hari bagi perundingan menuju kesepakatan final.

Namun arah harga masih rentan terhadap perubahan headline. Analis Price Futures Group Phil Flynn menilai ada harapan “mulai ada minyak yang bergerak” melalui Selat Hormuz meski kesepakatan belum tuntas. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan “baik,” namun memperingatkan adanya serangan baru jika pembicaraan gagal.

Ke depan, pasar akan memantau kejelasan detail MoU dan langkah implementasi di lapangan terkait akses pelayaran, mengingat sensitivitas minyak terhadap risiko pasokan. Kanal utamanya tetap melalui ekspektasi inflasi berbasis energi dan persepsi risiko geopolitik yang dapat mengubah premi harga secara cepat, terutama saat likuiditas pasar kembali normal pasca libur AS.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai