Harga Minyak Tertekan Usai AS Klaim Ada Kesepakatan Damai dengan Iran
Harga minyak jatuh tajam pada perdagangan Senin (25/5) setelah pejabat Amerika Serikat menyatakan Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan “secara prinsip” terkait perjanjian damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan itu memicu pelepasan premi risiko geopolitik, meski persetujuan final disebut masih bisa memakan waktu beberapa hari.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital antara Iran dan Oman untuk perdagangan minyak dan gas. Rute ini biasanya mengalirkan hingga sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga setiap potensi gangguan cenderung langsung tercermin sebagai premi risiko pada harga minyak. Dalam kerangka ini, prospek pembukaan kembali jalur tersebut menurunkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan.
Seorang pejabat AS juga menyebut Iran akan berkomitmen untuk membuang persediaan uranium yang diperkaya tinggi. Namun, hingga saat ini, para pemimpin Iran dan media resmi negara belum memberikan komentar publik mengenai rincian maupun arah pembahasan kesepakatan yang dimaksud, menjaga unsur ketidakpastian di pasar.
Brent, patokan global, turun sekitar 6% dan sempat menyentuh level terendah satu bulan di sekitar US$94,50 per barel untuk pengiriman Agustus. WTI, patokan AS, juga turun sekitar 6% ke kisaran US$91 per barel untuk pengiriman Juli.
Pergerakan ini menegaskan sensitivitas minyak terhadap kanal geopolitik: ketika risiko gangguan pasokan mereda, premi risiko terkikis dan harga terkoreksi, bahkan sebelum ada keputusan final. Fokus pasar dalam beberapa hari ke depan kemungkinan tertuju pada apakah kesepakatan benar-benar disahkan, bagaimana respons resmi Iran, serta apakah ada perubahan nyata pada kondisi keamanan dan akses pelayaran di Selat Hormuz. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id