• Fri, May 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 May 2026 10:07  |

Minyak Bertahan Kuat, Blokade Iran Jaga Premi Risiko Hormuz

Harga minyak bertahan mencatat kenaikan mingguan kedua setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, memicu kekhawatiran Selat Hormuz tidak akan segera dibuka kembali. Brent untuk pengiriman Juli naik 1,5% ke US$112,02 per barel pada 09:09 pagi waktu Singapura, sementara WTI Juni naik 0,9% ke US$105,98.

Reli ini membuat WTI tercatat naik sekitar 12% sepanjang pekan, di tengah kebuntuan negosiasi yang memperpanjang kondisi “nyaris tertutup” pada jalur laut yang sebelum perang mengalirkan sekitar seperlima minyak mentah dunia. Ketidakpastian pasokan memicu swing harga yang tajam sekaligus mendorong kurva futures semakin “flat”, mencerminkan pasar lebih fokus pada risiko pasokan jangka dekat.

Dari Teheran, pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan kecil kemungkinan tercapai kesepakatan dengan AS, menegaskan tidak akan melepas teknologi nuklir maupun misil, serta mengisyaratkan Iran tetap menguasai selat. Kombinasi pernyataan politik dan kondisi logistik di Hormuz terus mempertahankan premi risiko pada harga minyak.

Likuiditas pasar juga tipis pada sesi Asia karena banyak bursa global libur Hari Buruh, termasuk China, Singapura, Jerman, Prancis, dan Brasil. Volume yang di bawah normal cenderung memperbesar volatilitas intraday, terutama ketika pasar bereaksi terhadap headline geopolitik.

Di tengah lonjakan harga, ConocoPhillips memperingatkan potensi “kelangkaan kritis” minyak bagi sejumlah negara importir saat perang memasuki bulan ketiga. CFO Andy O’Brien menilai tekanan pasokan bisa memburuk mulai Juni, karena “masa tenggang” dari tanker yang sempat keluar Teluk Persia pada akhir Februari kini telah habis setelah seluruh kargo tersebut tiba di tujuan.

Sinyal pengetatan fisik juga terlihat dari menyempitnya selisih harga paper dan fisik, sementara ekspor minyak mentah AS melonjak ke rekor pekan lalu karena pembeli global mencari pengganti barel yang hilang dari Timur Tengah. Pasar kini memantau kelancaran arus tanker, indikasi kekurangan di negara importir pada Juni–Juli, serta dampak lanjutan lonjakan energi terhadap inflasi dan respons bank sentral.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai