• Thu, Apr 30, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 April 2026 12:41  |

Brent Tembus, Opsi Militer AS ke Iran Angkat Premi Risiko

Harga minyak melonjak ke level tertinggi masa perang setelah laporan Axios menyebut Presiden AS Donald Trump akan menerima briefing opsi militer baru untuk Iran, memicu kekhawatiran eskalasi baru di Timur Tengah. Brent sempat naik hingga 7,1% menembus $126/barel, level intraday tertinggi dalam empat tahun, sementara WTI melesat di atas $110.

Axios melaporkan Kepala US Central Command Laksamana Brad Cooper akan memberi paparan pada Kamis, memberi sinyal bahwa dimulainya kembali operasi tempur sedang dipertimbangkan serius. Meski gencatan bertahan sejak awal April, upaya mempertemukan negosiator kedua pihak belum berhasil, sementara AS dan Iran sama-sama mempertahankan blokade yang membuat arus di Selat Hormuz turun mendekati nol.

Blokade Hormuz yang efektif sejak akhir Februari menahan aliran minyak mentah, gas alam, dan produk minyak, sehingga memperketat pasar fisik. IEA menyebut konflik ini sebagai guncangan pasokan terbesar dalam sejarah, sementara Vitol memperkirakan pasar menghadapi kehilangan pasokan sekitar 1 miliar barel. Trump juga disebut membahas cara memperpanjang blokade sambil meminimalkan dampak ke konsumen AS dalam pertemuan dengan eksekutif minyak dan trader.

Pasar juga bereaksi terhadap potensi eskalasi ekonomi. Trump mengatakan tidak akan mencabut blokade pelabuhan Iran sampai ada kesepakatan nuklir, dan AS telah memutarbalikkan puluhan kapal sejak operasi dimulai 13 April. AS juga dikabarkan mengejar forfeiture dua tanker terkait Iran, yang akan memperkeras tekanan ekonomi, serta mendorong pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan navigasi di Hormuz.

Di sisi dinamika pasar, volume transaksi pada kontrak Brent Juni menipis menjelang jatuh tempo, sementara kontrak Juli yang lebih aktif ikut menguat. Indikator spread menunjukkan pengetatan pasokan, dengan selisih dua kontrak Brent Desember terdekat menguat ke > $11/barel dari sekitar $3 dua bulan lalu. Pada perdagangan terbaru, Brent Juni naik 5,8% ke $124,84 (13.28 Singapura), Brent Juli naik 3% ke $113,79, dan WTI Juni naik 2,4% ke $109,44.

5 inti poin:

- Brent sempat melonjak 7,1% menembus $126, WTI di atas $110 setelah laporan opsi militer AS ke Iran.

- Trump dijadwalkan menerima briefing dari Kepala CENTCOM; pasar menilai eskalasi kembali mungkin terjadi meski gencatan masih bertahan.

- Hormuz tetap nyaris tertutup; IEA menyebutnya guncangan pasokan terbesar, Vitol menaksir kehilangan pasokan sekitar 1 miliar barel.

- AS mempertahankan blokade sampai ada kesepakatan nuklir, menyiapkan langkah lanjutan seperti forfeiture tanker dan koalisi navigasi.

- Struktur pasar makin ketat: spread Brent Desember menguat > $11; ekspor crude AS dilaporkan menembus rekor >6 juta bph.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai