• Thu, Apr 30, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 April 2026 03:12  |

Minyak Sentuh Tertinggi Sejak 2022, Hormuz Masih Membekukan Pasokan

Harga minyak melonjak pada hari Rabu (29/4) ke level tertinggi sejak Juni 2022 karena belum ada tanda perang AS–Iran mereda dan arus energi melalui Selat Hormuz tetap tersendat, memperbesar kekhawatiran bantalan pasokan global makin menipis.

Brent sempat naik lebih dari 7% hingga menembus US$119,50/barel sebelum memangkas kenaikan dan ditutup sekitar US$118/barel, level tertinggi sejak perang Iran pecah dua bulan lalu. Perdagangan ikut bergejolak karena pelaku pasar melakukan rollover posisi menjelang kontrak Juni berakhir Kamis. WTI mengakhiri sesi tepat di bawah US$107/barel.

Kenaikan terbaru membuat Brent menghapus seluruh penurunan sejak AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata sementara awal bulan ini. Pasar kini lebih condong mem-price-in konflik berkepanjangan, di tengah guncangan pasokan yang disebut sebagai rekor dan krisis energi global yang makin membatasi suplai.

Sejumlah sinyal menunjukkan jalur negosiasi belum menemukan titik temu. Presiden Donald Trump disebut membahas langkah untuk memperpanjang blokade laut AS terhadap Iran dalam pertemuan dengan eksekutif industri minyak dan perdagangan. Axios melaporkan Trump juga menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, ketika arus di jalur tersebut praktis terhenti.

Dengan Hormuz tetap tertutup, perhatian pasar bergeser ke suplai AS sebagai penyangga utama gangguan Timur Tengah. Data pemerintah yang dirilis Rabu menunjukkan persediaan minyak domestik menurun seiring ekspor AS meningkat ke rekor tertinggi. Sementara itu, blokade menjadi titik sengketa utama karena Iran menyatakan tidak akan melanjutkan negosiasi atau membuka Hormuz selama pembatasan AS masih berlaku, menjaga arus minyak mentah, gas alam, dan produk minyak dari Teluk Persia tetap terputus sejak akhir Februari. Dampaknya sudah terasa pada lonjakan harga bensin, diesel, dan avtur yang kembali mengangkat kekhawatiran inflasi.

Pelaku pasar juga mencerna kabar Uni Emirat Arab akan keluar dari OPEC, namun dinamika kartel dinilai masih menjadi faktor sekunder selama Hormuz tetap terkunci dan sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global tak bisa mencapai pasar. Pada penutupan, WTI Juni naik 7% menjadi US$106,88/barel, Brent Juni naik 6,1% menjadi US$118,03/barel, sementara kontrak Brent Juli ditutup di US$110,44/barel.(Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai