• Wed, Apr 29, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 April 2026 11:26  |

Minyak Tertahan Tinggi, AS Tambah Tekanan ke Iran

Harga minyak bergerak stabil saat investor memantau langkah berikutnya terkait prospek pembicaraan damai perang Iran, sementara Selat Hormuz masih hampir tidak bisa dilalui dan memperpanjang gangguan pasokan yang mengguncang pasar global. Brent bertahan di sekitar $111 per barel setelah naik 2,8% pada Selasa , sedangkan WTI berada di atas $99.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran meminta AS mencabut blokade laut di selat tersebut ketika kedua pihak bernegosiasi untuk mengakhiri permusuhan yang menekan pasokan energi dari Timur Tengah. Namun laporan Wall Street Journal menyebut Trump juga meminta pembantunya menyiapkan skenario blokade berkepanjangan, dengan strategi menekan ekonomi Iran dan ekspor minyaknya melalui pembatasan pelayaran keluar-masuk pelabuhan.

Meski gencatan senjata bertahan sejak awal April, kebuntuan pembicaraan membuat pasar menilai risiko pasokan belum mereda. Kpler menilai Iran cepat kehabisan kapasitas penyimpanan minyak, yang dapat mempercepat pemangkasan produksi. Michelle Brouhard dari Kpler menilai kebuntuan dapat berlangsung berminggu-minggu, dengan titik balik kemungkinan datang ketika pasar global tidak lagi dapat menoleransi kekurangan pasokan atau ketika Iran menuntut akses ekspor kembali.

Mediator disebut memperkirakan Iran akan mengajukan proposal revisi dalam beberapa hari, sementara Trump mengatakan Teheran ingin jalur pengiriman minyak dibuka secepat mungkin. Sejak konflik dimulai akhir Februari, Hormuz disebut praktis tidak dapat dilalui, memangkas aliran minyak, gas alam, dan produk minyak, serta mendorong kekhawatiran krisis inflasi; IEA menyebutnya sebagai guncangan pasokan terbesar dalam sejarah.

Konflik juga memicu perubahan geopolitik energi lain, termasuk keputusan Uni Emirat Arab untuk keluar dari OPEC bulan depan setelah enam dekade, dengan alasan kebutuhan respons yang lebih lincah di tengah kelangkaan pasokan. Di sisi penegakan, AS meningkatkan tekanan melalui sanksi: OFAC memperingatkan lembaga keuangan soal risiko sanksi terkait kilang independen China, dan AS menjatuhkan sanksi kepada Hengli Petrochemical (Dalian) atas dugaan keterkaitan dengan Iran, meski perusahaan membantah pernah berdagang dengan Iran.

AS juga memperingatkan risiko sanksi terkait pembayaran “toll” kepada Iran untuk melintas Hormuz, ketika Teheran disebut ingin memformalkan sistem pembayaran lintas selat melalui aturan nasional. Analis menilai perhatian pasar akan tetap terkunci pada perkembangan pasokan dan sinyal geopolitik dari kawasan Teluk, dengan tren dasar masih bullish namun diiringi potensi swing intraday yang tajam. Pada perdagangan terbaru, Brent Juni turun 0,2% ke $111,03 (12.02 Singapura), kontrak Brent Juli turun 0,3% ke $104,06, dan WTI Juni turun 0,7% ke $99,28.(asd)

Sumber: Newsmake.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai