• Thu, Apr 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 April 2026 12:06  |

Minyak Stabil, Pasar Ragu Damai AS–Iran Pulihkan Arus Hormuz

Harga minyak bergerak tipis pada Kamis setelah berbalik dari penurunan awal, seiring pasar meragukan pembicaraan damai AS–Iran akan segera menghasilkan kesepakatan yang cukup kuat untuk memulihkan gangguan pasokan dari kawasan produsen utama Timur Tengah. Brent naik 9 sen ke US$95,02/barel pada 04.27 GMT, sementara WTI naik 44 sen ke US$91,73/barel.

Kehati-hatian pasar berakar pada risiko Selat Hormuz yang masih menjadi titik tekan utama. Konflik AS–Israel dengan Iran disebut memicu gangguan terbesar sepanjang sejarah pada pasokan minyak dan gas global akibat terhambatnya lalu lintas di Hormuz—jalur yang biasanya mengangkut sekitar 20% aliran minyak dan LNG dunia. Analis Fujitomi Securities menilai harapan de-eskalasi tetap ada, namun investor skeptis karena negosiasi AS–Iran kerap kembali buntu meski sempat terlihat maju.

Selama belum ada kesepakatan dan navigasi bebas di Hormuz belum pulih, volatilitas diperkirakan bertahan. Fujitomi memperkirakan WTI dapat terus berfluktuasi di rentang US$80–US$100/barel. ING menambahkan, sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak terdampak oleh penutupan selat setelah memperhitungkan pengalihan pipa dan terbatasnya tanker yang masih bisa melintas.

Di sisi geopolitik, risiko gangguan dapat meningkat setelah AS mengumumkan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran menyusul kolapsnya pembicaraan damai pada akhir pekan. Meski demikian, sumber yang mengetahui posisi Teheran mengatakan Iran dapat mempertimbangkan membuka pelayaran melalui sisi Oman di Hormuz jika kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik kembali pecah setelah gencatan senjata dua minggu yang dimulai 8 April. Pejabat AS dan Iran juga disebut menimbang kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan paling cepat akhir pekan ini, sementara kepala militer Pakistan tiba di Teheran pada Rabu sebagai mediator.

Faktor kebijakan dan data pasokan mempertegas ketatnya pasar fisik. Menkeu AS Scott Bessent mengatakan Washington tidak akan memperpanjang waiver yang memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi AS. Di AS, EIA melaporkan persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat turun pekan lalu karena impor melemah dan ekspor melonjak, saat sejumlah negara mencari pasokan pengganti dari arus yang terganggu akibat Hormuz. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai