• Wed, Apr 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 April 2026 07:21  |

Minyak Turun, AS–Iran Buka Peluang Bicara?

Harga minyak melemah setelah muncul sinyal Washington dan Teheran dapat menghidupkan kembali pembicaraan damai, meski blokade AS terkait Selat Hormuz sudah mulai diberlakukan. West Texas Intermediate (WTI) bergerak turun ke area US$96 per barel, sementara Brent berada di sekitar US$99, mencerminkan pasar yang menimbang risiko pasokan versus peluang deeskalasi.

Sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan AS dan Iran tengah mendiskusikan negosiasi lanjutan untuk menuju gencatan senjata jangka panjang. Targetnya, pembicaraan digelar sebelum gencatan senjata dua pekan yang diumumkan 7 April berakhir, sehingga pasar kembali menguji apakah jalur diplomasi masih bisa menahan eskalasi lebih lanjut.

Dari Washington, Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah menghubungi pemerintahannya dan “ingin membuat kesepakatan.” Dari Teheran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan Iran siap melanjutkan pembicaraan damai dalam kerangka hukum dan regulasi internasional. Sinyal ini membantu membatasi premi risiko minyak, meskipun konflik sudah memasuki pekan ketujuh dan tetap menekan pasar energi.

Namun risiko pasokan tetap tinggi karena perang AS–Israel–Iran memicu guncangan suplai besar: infrastruktur energi terdampak dan lalu lintas Hormuz sebelumnya tersendat akibat pengetatan Iran. Pada Senin, AS menaikkan tekanan lewat blokade kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran di Teluk Persia, meningkatkan ketidakpastian terhadap arus ekspor di kawasan.

Wakil Presiden JD Vance, yang memimpin delegasi AS dalam pembicaraan Pakistan yang gagal akhir pekan lalu, mengatakan blokade meningkatkan leverage AS terhadap Iran, sembari mengakui dampak kenaikan harga bensin bagi konsumen AS—yang disebut berada di level tertinggi sejak 2022. Ia mengatakan AS menilai telah “mencapai tujuan” dan “bisa mulai menurunkan intensitas.”

Pasar kini menunggu sinyal fundamental berikutnya, termasuk Oil Market Report IEA yang dijadwalkan rilis Selasa untuk memperbarui gambaran suplai-permintaan. Kepala IEA Fatih Birol mengatakan harga minyak saat ini belum sepenuhnya mencerminkan tingkat keparahan krisis pasokan, namun akan segera menyusul. Data OPEC juga menunjukkan output minyak mentah OPEC mencatat penurunan tajam bulan lalu ketika konflik menekan ekspor anggota kunci.

5 Poin Inti :

- Minyak melemah karena peluang pembicaraan AS–Iran muncul lagi meski blokade masih berjalan.

- WTI turun ke area US$96, Brent di sekitar US$99.

- AS dan Iran disebut menyiapkan negosiasi lanjutan sebelum ceasefire 2 pekan (7 April) berakhir.

- Blokade AS menyasar kapal ke/dari pelabuhan Iran, menjaga risiko pasokan dan volatilitas tinggi.

- Pasar menanti laporan bulanan IEA; Birol menilai harga belum mencerminkan penuh krisis suplai.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai