• Wed, Apr 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 April 2026 19:16  |

Brent Jatuh Saat Trump Umumkan Ceasefire Dua Pekan dengan Iran

Harga minyak turun tajam ke bawah $100 per barel pada Rabu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyetujui gencatan senjata dua minggu dengan Iran, dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera dan aman. Kontrak Brent merosot $15,78 atau 14,4% ke $93,49 per barel pada 10.24 GMT, sementara WTI turun $18,90 atau 16,7% ke $94,05. Di pasar produk, solar acuan Eropa ikut melemah 20,4% ke $1.216,75 per metrik ton.

Penurunan mencerminkan pelepasan premi risiko pasokan setelah perubahan sikap Trump datang menjelang tenggat yang sebelumnya ia tetapkan bagi Iran untuk membuka Hormuz atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipil. Selat sempit itu menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak harian dunia. Trump menyebut gencatan senjata bersifat dua sisi, setelah sehari sebelumnya menaikkan tensi lewat pernyataan keras di media sosial.

Iran mengatakan akan menghentikan serangan jika serangan terhadapnya berhenti, dan menyatakan transit aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan Menlu Abbas Araqchi. Sejumlah analis menilai, secara teori, pasokan minyak mentah dan produk sekitar 10–13 juta barel per hari yang sempat tertahan di belakang Hormuz berpotensi dilepas bertahap, meski pemulihan ke kondisi sebelum Maret akan bergantung pada apakah gencatan senjata dapat dikonversi menjadi perdamaian permanen lewat negosiasi di Pakistan.

Di lapangan, para pengirim masih mencari kejelasan terkait logistik, sementara sejumlah penyuling mulai menanyakan pemuatan kargo baru sebagai respons atas kesepakatan. Pada saat yang sama, beberapa negara Teluk melaporkan peluncuran rudal dan serangan drone atau mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk berlindung, menegaskan bahwa risiko eskalasi belum sepenuhnya hilang.

Pasar juga menimbang apakah premi geopolitik akan benar-benar lenyap, mengingat sebagian analis memperkirakan Iran dapat lebih sering menggunakan ancaman terhadap Hormuz ke depan, sehingga risiko struktural di jalur tersebut tetap dihargakan. Perang AS-Israel dengan Iran sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak bulanan paling tajam dalam sejarah, lebih dari 50%, dan sejumlah pihak menilai masih ada ruang bagi premi risiko yang bertahan tergantung detail perjanjian komprehensif serta kemajuan menuju kesepakatan jangka panjang.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai