• Wed, Apr 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 April 2026 02:30  |

Minyak Naik Tipis dalam Perdagangan Volatil Jelang Tenggat Trump untuk Iran

Harga minyak mentah AS ditutup sedikit menguat pada Selasa (7/3) setelah pelaku pasar mengkaji pesan yang saling bertentangan terkait arah konflik Timur Tengah, menjelang tenggat Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi kehancuran. West Texas Intermediate (WTI) menetap di kisaran US$113 per barel, mencerminkan premi untuk pasokan pengiriman dekat di tengah keterbatasan suplai.

Dinamika kontrak juga menunjukkan perbedaan arah antara patokan AS dan global. Kontrak WTI Mei berakhir lebih tinggi, namun Brent sebagai acuan global—yang diperdagangkan pada kontrak Juni—ditutup sedikit lebih rendah di sekitar US$109 per barel. Menegaskan ketatnya pasokan spot, Dated Brent melonjak ke rekor di atas US$144 per barel, mengindikasikan biaya pengiriman jangka sangat dekat meningkat tajam.

Pergerakan harga di pasar berjangka makin diperbesar oleh likuiditas yang menipis di tengah banjir headline dengan narasi yang berlawanan. Banyak trader mengurangi aktivitas karena volatilitas ekstrem dan menunggu langkah lanjutan dari pemerintahan Trump. Trump meningkatkan ancaman menjelang batas waktu Selasa pukul 20.00 ET, menyatakan “satu peradaban utuh akan habis malam ini” jika tidak ada kesepakatan. The New York Times melaporkan Iran menghentikan negosiasi dengan AS, mengutip tiga pejabat senior Iran, sementara Axios melaporkan ada kemajuan pembicaraan dalam 24 jam terakhir.

“Banyak sekali gangguan dan kebisingan, dan sangat sulit menembusnya untuk memahami sinyal yang sebenarnya,” kata Mona Yacoubian, direktur Middle East Program di Center for Strategic and International Studies. Iran memperingatkan akan membalas eskalasi serangan AS dengan meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi di Teluk Persia, yang dapat memperparah pengetatan pasokan bahan bakar global dan menambah tekanan terhadap ekonomi dunia. Perang yang memasuki pekan keenam telah mengguncang pasar minyak dan memicu guncangan pasokan yang tajam.

Pada awal Selasa, AS menyerang target militer di sekitar Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama—yang turut menopang harga. Minyak juga menguat setelah militer Israel mengonfirmasi serangan terhadap delapan segmen jembatan yang disebut “digunakan oleh rezim Iran.” “Retorikanya tidak pernah kekurangan,” kata John Kilduff, partner di Again Capital, menilai para pihak terus “menyiram bensin verbal” ke konflik.

Volatilitas yang tinggi membatasi kemampuan trader menahan posisi dan mendorong pengurangan ukuran posisi karena batas risiko. Ukuran volatilitas Brent mencatat rata-rata bulanan tertinggi sejak data 2015 pada bulan lalu, sementara pergerakan harian rata-rata sejak perang dimulai disebut melampaui US$9 per barel—yang terbesar dalam beberapa tahun. Analis Societe Generale menilai pasar berada di antara dua skenario: détente yang rapuh tanpa perang darat dan pemulihan pasokan bertahap, atau konflik berkepanjangan yang membuat premi risiko struktural tetap tinggi.

Di pasar struktur, prompt spread WTI—selisih dua kontrak terdekat—sempat diperdagangkan mendekati US$16,50 per barel pada Selasa, mendekati premi terbesar yang pernah tercatat, seiring pembeli luar negeri memburu minyak mentah AS. Energy Information Administration memperkirakan sekitar 9 juta barel per hari produksi dari negara-negara kunci Timur Tengah berpotensi “shut in” selama April. Di sisi permintaan, proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini juga diperkirakan melemah, terutama akibat turunnya konsumsi di Asia—mengindikasikan gejala “demand destruction” bisa muncul lebih cepat dari perkiraan.

WTI pengiriman Mei naik 0,5% dan ditutup di US$112,95 per barel di New York. Brent pengiriman Juni turun 0,5% dan ditutup di US$109,27 per barel.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai