Minyak Menguat Jelang Tenggat Trump, Risiko Hormuz Tetap Mengunci
Harga minyak kembali menguat jelang batas waktu Selasa (7/4) pukul 20.00 ET yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump untuk Iran membuka kembali Selat Hormuz. WTI sempat melaju ke kisaran US$116,7/barel, sementara Brent bertahan di atas US$110/barel di tengah kenaikan premi risiko pasokan.
Kenaikan terjadi setelah laporan serangan AS ke target militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, meski pejabat AS menyatakan infrastruktur minyak di pulau itu tidak menjadi sasaran. Namun, aksi militer langsung tetap memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan karena Hormuz masih terhambat dan jalur ini biasanya menyalurkan sekitar seperlima arus minyak global.
Trump menegaskan konsekuensi jika Iran tidak memenuhi tuntutan—termasuk pembukaan Hormuz dan kesepakatan penghentian permusuhan—sekaligus memberi sinyal pintu diplomasi masih terbuka. Dengan negosiasi belum menunjukkan terobosan, pasar energi tetap price-in skenario eskalasi, sehingga pergerakan minyak berpotensi tetap volatil hingga ada kepastian soal Hormuz dan langkah militer berikutnya. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id