• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 March 2026 07:21  |

Minyak Bertahan di Level Tertinggi 42 Bulan di Tengah Risiko Hormuz

Harga minyak melanjutkan penguatan setelah mencetak penutupan tertinggi sejak Agustus 2022, saat pasar menilai risiko gangguan pasokan yang berkepanjangan menyusul pernyataan Iran untuk menjaga Selat Hormuz tetap “efektif tertutup”. Dalam perdagangan Asia, West Texas Intermediate (WTI) bergerak sedikit lebih tinggi di sekitar US$97 per barel, setelah melonjak sekitar 10% pada Kamis. Brent ditutup di atas US$100.

Sentimen pasar didorong oleh eskalasi risiko logistik dan keamanan di jalur pelayaran yang krusial bagi pengiriman minyak dan gas. Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dalam komentar publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya, menyatakan Republik Islam akan berupaya memastikan jalur tersebut tetap tertutup. Otoritas Inggris menilai Iran kemungkinan telah mulai menebar ranjau, meningkatkan risiko bagi kapal-kapal yang mempertimbangkan melintas.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, arus kapal dilaporkan menyusut tajam hingga tinggal “seperti tetesan”, termasuk kapal tanker Iran yang membawa minyak. Di saat yang sama, International Energy Agency (IEA) pada Kamis memperingatkan gangguan pasokan ini sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar minyak global. Sehari sebelumnya, para anggota IEA menyepakati pelepasan cadangan darurat dalam skala besar untuk meredam kenaikan harga.

Upaya mitigasi dari AS masih dinilai terbatas dalam waktu dekat. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada CNBC bahwa Angkatan Laut AS dapat mulai mengawal tanker melalui Hormuz pada akhir bulan, sementara Menteri Keuangan Scott Bessent kepada Sky News menyebut pengawalan bisa dilakukan “segera setelah memungkinkan secara militer.” Namun, risiko di lapangan dinilai tetap tinggi. Aaron Stein dari Foreign Policy Research Institute menilai pembersihan ranjau saat pertempuran aktif tidak bisa dilakukan tanpa risiko besar, dan opsi yang tersedia tidak serta-merta memulihkan kepercayaan pelayaran internasional.

Pergerakan harga juga dibentuk oleh volatilitas ekstrem. WTI disebut bergerak dalam rentang sekitar US$43 pekan ini, rentang terlebar sejak periode terdalam pandemi saat harga sempat berbalik negatif. Brent berayun dalam kisaran sekitar US$38. Fluktuasi tajam diperparah oleh arus finansial dari pasar opsi hingga produk ETF, membuat respons harga terhadap berita geopolitik menjadi lebih cepat dan lebih besar.

Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan menjadi ancaman di Timur Tengah lebih penting baginya ketimbang biaya minyak, memperkuat persepsi bahwa pasar tidak akan segera mendapat “bantalan” verbal dari Washington.

WTI untuk pengiriman April dilaporkan naik 1,0% menjadi US$96,73 per barel pada pukul 07.54 di Singapura. Brent untuk penyelesaian Mei ditutup naik 9,2% pada Kamis di US$100,46 per barel. Ke depan, pelaku pasar akan memantau perubahan status operasional Selat Hormuz, indikasi ranjau dan keamanan pelayaran, realisasi pelepasan cadangan darurat, serta sinyal pengawalan laut dan intensitas konflik yang membentuk premi risiko pasokan.(aasd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai