Pasar Kripto Memerah, Bitcoin Kehilangan Tenaga
Bitcoin turun ke sekitar US$62.763 pada perdagangan Jumat (31/7). Aset kripto terbesar dunia itu sempat menyentuh level terendah harian sekitar US$62.426, setelah gagal mempertahankan kenaikan menuju US$65.000.
Tekanan terhadap Bitcoin muncul karena investor masih belum memperoleh petunjuk yang jelas mengenai arah suku bunga Federal Reserve. Risiko inflasi akibat tingginya harga energi dan konflik di Timur Tengah membuat pasar khawatir The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Bitcoin juga gagal mengikuti reli kuat saham teknologi global. Optimisme terhadap investasi kecerdasan buatan sempat mendorong saham-saham cip dan perusahaan teknologi, tetapi sentimen positif tersebut belum mampu menarik aliran dana besar menuju pasar kripto.
Pergerakan mata uang kripto lainnya juga cenderung tertekan. Ethereum diperdagangkan sekitar US$1.624,95, sedangkan XRP berada di kisaran US$1,059. Solana bergerak sekitar US$77,97, sementara Cardano berada di sekitar US$0,1695 dan Dogecoin diperdagangkan mendekati US$0,0693.
Sentimen pasar turut dibebani laporan perusahaan yang berkaitan dengan aset digital. Strategy mencatat kerugian kuartal kedua sebesar US$8,22 miliar akibat penurunan nilai kepemilikan Bitcoin. Coinbase juga melaporkan kerugian dan penurunan pendapatan karena aktivitas perdagangan kripto masih lesu.
Analisis Newsmaker: Bitcoin masih berisiko tertekan selama bertahan di bawah area US$64.000–US$65.000. Area US$62.400–US$62.000 menjadi penopang terdekat. Jika US$62.000 ditembus, tekanan dapat berlanjut menuju US$60.000 dan menyeret altcoin lebih rendah. Sebaliknya, pemulihan di atas US$64.000 diperlukan untuk menghidupkan kembali momentum beli. (arl)
Sumber : Newsmaker.id