• Sat, Aug 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 August 2026 00:34  |

Tiga Pejabat The Fed Desak Kenaikan Bunga

Tiga pejabat Federal Reserve memperingatkan bahwa menunda kenaikan suku bunga terlalu lama dapat membuat pengendalian inflasi semakin sulit dan mahal. Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan sebelumnya menolak keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini.

The Fed memilih menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% untuk kelima kalinya berturut-turut melalui pemungutan suara 9 banding 3. Ketiga pejabat tersebut sebenarnya menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin untuk mencegah tekanan harga semakin mengakar dalam perekonomian.

Hammack menilai kebijakan moneter saat ini belum cukup ketat untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%. Kashkari memilih pengetatan secara bertahap agar The Fed tidak perlu mengambil tindakan yang lebih agresif di kemudian hari. Logan juga menilai langkah kecil dalam waktu dekat dapat mengurangi risiko kenaikan bunga yang lebih tajam.

Kekhawatiran inflasi meningkat setelah konflik Iran kembali mendorong harga minyak naik, sementara investasi besar dalam teknologi kecerdasan buatan turut memperkuat permintaan ekonomi. Para pejabat tersebut menilai pasar tenaga kerja, belanja konsumen, dan kondisi keuangan masih cukup kuat, sehingga suku bunga saat ini belum benar-benar menahan aktivitas ekonomi.

Pernyataan hawkish tersebut memicu tekanan di pasar obligasi AS. Yield Treasury tenor 10 tahun menembus 4,73%, sedangkan tenor 30 tahun naik melewati 5,25%, level tertinggi sejak 2007. Investor meminta imbal hasil lebih tinggi karena khawatir inflasi akan bertahan dalam jangka panjang.

Analisis Newsmaker: Dorongan kenaikan bunga dari tiga pejabat The Fed berpotensi mendukung dolar AS dan yield obligasi, tetapi dapat menekan saham, emas, serta aset berisiko. Meski inflasi inti PCE turun pada Juni, kenaikan harga minyak dapat membuat perbaikan tersebut hanya sementara. Pasar kini akan semakin sensitif terhadap data inflasi dan komentar pejabat The Fed berikutnya. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai