Reli Yen Padam, Emas Ikut Tenggelam
Harga emas turun menuju US$4.050 per troy ounce pada perdagangan Jumat (31/7) setelah penguatan yen mulai kehilangan tenaga. Kondisi tersebut membantu dolar AS bangkit dan menghentikan pelemahan selama lima hari berturut-turut.
Emas spot melemah sekitar 1,3% ke level US$4.051,29 per troy ounce. Meski terkoreksi, logam mulia masih berada di jalur kenaikan tipis sepanjang Juli, yang akan menjadi kenaikan bulanan pertamanya sejak Februari.
Dolar kembali menguat setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga dan Gubernur Kazuo Ueda tidak memberikan dukungan baru bagi yen. Pemerintah Jepang juga belum mengonfirmasi dugaan intervensi yang sebelumnya membuat yen melonjak hingga 3,3% terhadap dolar.
Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Namun, aksi beli saat harga turun masih membantu emas bertahan di atas level psikologis US$4.000 dalam beberapa pekan terakhir.
Pasar kini mencari petunjuk mengenai langkah Federal Reserve berikutnya. Sejumlah pejabat The Fed menilai suku bunga mungkin perlu dinaikkan apabila inflasi tetap tinggi, terutama setelah lonjakan harga energi akibat konflik Amerika Serikat dan Iran meningkatkan tekanan harga.
Analisis Newsmaker: Emas masih berisiko tertekan selama dolar dan imbal hasil obligasi AS menguat. Area US$4.000 menjadi penopang utama, sedangkan US$4.080–US$4.100 menjadi hambatan terdekat. Konflik Timur Tengah dapat menjaga permintaan aset aman, tetapi kenaikan minyak juga berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id