• Sat, Mar 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 March 2026 12:28  |

Brent Tembus US$100, Gangguan Pengiriman dan Pengetatan Ekspor China

Harga Brent kembali melonjak menembus US$100 per barel setelah perang Iran memicu gejolak pengiriman yang lebih besar di Timur Tengah, sementara China memperketat pembatasan ekspor bahan bakar untuk meredam dampak konflik. Brent sempat naik hingga 10% ke US$101,59 per barel dan WTI mendekati US$96, menandakan premi risiko pasokan kembali mendominasi perdagangan.

Risiko logistik meningkat setelah Oman mengevakuasi seluruh kapal dari terminal ekspor utamanya di luar Selat Hormuz dan dua kapal tanker dilaporkan diserang di perairan Irak. Perkembangan ini menutupi langkah pelepasan cadangan oleh IEA yang bertujuan mendinginkan harga, karena pasar lebih berfokus pada bukti gangguan fisik dan keamanan jalur suplai.

Tekanan juga muncul dari sisi permintaan regional dan kebijakan ekspor. Kilang-kilang China mulai membatalkan kargo ekspor produk olahan yang sebelumnya sudah disepakati, termasuk bensin dan solar. Para pengolah utama disebut telah diminta pekan lalu menghentikan penandatanganan kontrak baru, dan arahan terbaru ini dinilai sebagai pengetatan lebih lanjut dari panduan sebelumnya.

Selat Hormuz yang krusial tetap tertutup dan mendorong produsen utama Teluk memangkas produksi. Dampaknya meluas ke gas alam dan produk seperti diesel, di tengah pergerakan harga yang ekstrem dalam sepekan terakhir. Goldman Sachs memperingatkan minyak dapat melampaui puncak 2008 jika aliran melalui Hormuz tetap tertekan hingga Maret, sementara Sanford C. Bernstein menilai pembukaan kembali Hormuz menjadi faktor paling menentukan bagi normalisasi harga.

Di sisi kebijakan, IEA disebut menyiapkan pelepasan terkoordinasi 400 juta barel, dengan AS berencana melepas 172 juta barel sebagai bagian dari upaya global menahan kenaikan harga. Namun sejumlah pelaku pasar meragukan efektivitas langkah tersebut bila gangguan pasokan harian akibat penutupan Hormuz tetap besar. Retorika juga mengeras, dengan Iran menyampaikan syarat gencatan senjata yang memerlukan jaminan AS dan Israel tidak menyerang di masa depan—persyaratan yang dinilai sulit diterima Washington—sementara Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan perang akan segera berakhir, namun mengisyaratkan AS akan bertahan selama diperlukan.

Pada pukul 12:46 siang di Singapura, kontrak Brent pengiriman Mei naik 9,3% menjadi US$100,54 per barel, sementara WTI pengiriman April naik 8,7% menjadi US$94,85 per barel.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai