• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 December 2025 03:28  |

Minyak Naik Tipis Saat Perundingan Damai Moskow Mandeg

Harga minyak ditutup lebih tinggi pada hari Rabu (3/12) setelah Amerika Serikat dan Rusia gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina yang berpotensi meringankan sanksi terhadap sektor minyak Moskow, meskipun kenaikan tertahan oleh kekhawatiran kelebihan pasokan.

Minyak Brent ditutup naik 22 sen, atau 0,4%, ke $62,67 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS naik 31 sen, atau 0,5%, ke $58,95 per barel. Kedua kontrak tersebut sebelumnya turun lebih dari 1% pada sesi sebelumnya.

Persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS naik minggu lalu, demikian disampaikan Administrasi Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu, menambah kekhawatiran terhadap potensi kelebihan pasokan.

Persediaan minyak mentah meningkat 574.000 barel pada pekan yang berakhir 28 November, menurut EIA, berlawanan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 821.000 barel.

Stok bensin naik 4,52 juta barel, jauh melampaui perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang hanya mengantisipasi kenaikan 1,5 juta barel. Persediaan distilat, yang mencakup solar dan minyak pemanas, meningkat 2,1 juta barel, juga melampaui ekspektasi kenaikan 0,7 juta barel. Data tersebut mengalami keterlambatan dan tidak dirilis pada pukul 10.30 ET (15.30 GMT) seperti yang dijadwalkan, di mana EIA menyebut adanya kendala teknis.

“Secara keseluruhan, pasokan global masih cukup berlimpah. Pasar sedang menyesuaikan diri karena kesepakatan damai Ukraina–Rusia akan tertunda,” kata Dennis Kissler, wakil presiden senior bidang perdagangan di BOK Financial.

“Pasar masih berada dalam kondisi perdagangan yang sangat gugup karena kita menghadapi isu geopolitik besar,” tambahnya.

Rusia dan AS gagal mencapai kompromi setelah pertemuan lima jam antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan utama Presiden AS Donald Trump, kata pemerintah Rusia pada hari Rabu.

Pelaku pasar minyak menantikan hasil perundingan tersebut untuk melihat apakah sebuah kesepakatan dapat membuka jalan bagi pencabutan sanksi terhadap perusahaan Rusia, termasuk raksasa minyak Rosneft dan Lukoil, yang akan membebaskan pasokan minyak yang saat ini masih terbatasi.

Putin pada hari Selasa mengatakan negara-negara Eropa menghambat upaya AS mengakhiri perang dengan mengajukan proposal yang menurutnya “benar-benar tidak dapat diterima” bagi Moskow.

Serangan Ukraina baru-baru ini terhadap lokasi ekspor minyak di pesisir Laut Hitam Rusia kembali menyoroti kekhawatiran geopolitik yang muncul dari perang tersebut.

Ukraina juga menyerang dua kapal tanker yang dikenai sanksi dan terlibat dalam pengangkutan minyak Rusia di Laut Hitam pekan lalu.

Putin pada hari Selasa mengatakan Rusia akan mengambil langkah terhadap kapal tanker dari negara-negara yang membantu Ukraina, yang menurut para analis turut menambah risiko geopolitik.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai