PBoC Tambah Cadangan Emas Lagi, Konsisten Beli Saat Bank Sentral Lain Jual
Bank sentral China kembali menambah cadangan emas pada Maret, memperpanjang rekor pembelian menjadi 17 bulan beruntun, di saat sejumlah bank sentral lain justru memangkas kepemilikan logam mulia. Data People’s Bank of China (PBoC) menunjukkan cadangan emas resmi naik menjadi 74,38 juta troy ounce per akhir Maret dari 74,22 juta troy ounce pada akhir Februari.
Tren akumulasi ini terjadi ketika pasar emas berhadapan dengan volatilitas yang dipengaruhi geopolitik dan arah suku bunga global. Di sisi lain, beberapa bank sentral tercatat bergerak berlawanan: World Gold Council mencatat Turki dan Rusia termasuk yang mengalami penurunan cadangan emas terbesar pada Februari. Tekanan pasar domestik juga mendorong Ankara memanfaatkan cadangan, dengan Reuters sebelumnya melaporkan penurunan tajam cadangan emas Turki dalam periode gejolak.
Bagi pasar, pembelian PBoC memperkuat narasi bahwa permintaan bank sentral tetap menjadi penopang struktural bagi emas, terutama ketika otoritas moneter mencari diversifikasi cadangan dan lindung nilai terhadap risiko geopolitik maupun volatilitas mata uang. Kerangka transmisi utamanya: permintaan resmi yang stabil cenderung menambah “bid” jangka panjang pada emas, sekaligus mengurangi sensitivitas harga terhadap arus spekulatif jangka pendek.
Ke depan, pelaku pasar akan memantau kecepatan akumulasi PBoC, arah pembelian/penjualan bank sentral lain, dinamika dolar dan imbal hasil riil, serta intensitas risiko geopolitik yang dapat mengubah pola lindung nilai dan komposisi cadangan devisa. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id