Emas Turun Tipis saat Tenggat Trump soal Perang Iran Kian Dekat
Harga emas melemah tipis pada Senin ketika investor menunggu sinyal lanjutan terkait perkembangan situasi AS-Iran, menjelang tenggat pembukaan kembali Selat Hormuz. Emas spot turun 0,4% menjadi US$4.654,99 per ounce pada 13:31 ET (17:31 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,1% di US$4.684,70.
Iran mengatakan pihaknya menginginkan akhir perang yang bersifat permanen dengan AS dan Israel, serta menolak tekanan untuk segera membuka Selat Hormuz di bawah skema gencatan senjata sementara. Pernyataan itu muncul ketika kedua pihak mempertimbangkan sebuah kerangka untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lima pekan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan “mencurahkan neraka” ke Teheran jika tidak ada kesepakatan hingga Selasa. Pasar menilai kombinasi tenggat politik dan risiko gangguan energi membuat volatilitas tetap tinggi, terutama pada minyak dan aset lindung nilai.
“Fokus kemungkinan tetap pada perang dan suku bunga. Jika konflik berlarut, minyak akan bergerak naik seiring kondisi pasokan yang makin ketat, menambah tekanan inflasi,” kata Bart Melek, global head of commodity strategy di TD Securities. Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat membuat bank sentral, terutama Federal Reserve, memiliki ruang lebih sempit untuk melonggarkan kebijakan, bahkan bisa memunculkan kembali diskusi kenaikan suku bunga jika harga energi terus naik, yang biasanya menjadi faktor negatif bagi emas.
Harga minyak naik tipis dalam perdagangan yang bergejolak pada Senin dan telah meningkat tajam sejak konflik dimulai. Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi, namun karena tidak memberikan imbal hasil bunga, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi.(mrv)
Sumber : Newsmake.id