• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 12:16  |

Emas Sideways Jelang Deadline Iran!

Emas (XAU/USD) melanjutkan pergerakan konsolidasi untuk hari kedua berturut-turut pada sesi Asia Selasa (07/4), saat berita ini ditulis harga Emas bergerak di area $4,654 dengan harga bergerak dalam kisaran yang relatif lebar. Meski volatilitas belum meledak, bias jangka pendek dinilai condong melemah karena pelaku pasar kembali menambah posisi dolar AS menjelang tenggat Presiden Donald Trump terkait Iran.

Permintaan dolar menguat seiring harapan kesepakatan menit terakhir AS–Iran memudar menjelang batas waktu Selasa malam untuk pembukaan kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian geopolitik membuat dolar kembali berfungsi sebagai aset aman, dan kondisi ini menjadi penghalang bagi emas, terutama ketika investor mencari likuiditas di tengah headline risk.

Di sisi lain, ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih hawkish ikut membebani logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Pasar menilai lonjakan biaya energi akibat perang berpotensi menghidupkan kembali tekanan inflasi, sehingga bank sentral utama—termasuk Federal Reserve—memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Harga minyak mentah turut menguat ke level tertinggi empat pekan setelah Trump meningkatkan retorika terhadap Iran dan mengancam serangan terhadap infrastruktur sipil jika tenggat terlewati tanpa kesepakatan. Pernyataan keras dari pihak Iran, termasuk peringatan bahwa mereka tidak akan mundur, menambah risiko eskalasi dan menjaga premi geopolitik di pasar energi.

Dari sisi data, ISM menunjukkan PMI Jasa AS turun ke 54 pada Maret dari 56,1, menandakan momentum sektor jasa melemah. Namun tekanan inflasi dalam laporan itu justru meningkat, dengan indeks Harga yang Dibayar naik ke 70,7 dari 63, memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi belum cukup jinak meski aktivitas melambat.

Kombinasi data inflasi yang “lengket” dan sinyal pasar tenaga kerja yang masih tangguh memperbesar peluang The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, yang pada gilirannya mendukung dolar dan menekan emas. Pelaku pasar kini menunggu rilis data makro AS berikutnya untuk menguji apakah konsolidasi emas pecah, atau tekanan dolar dan suku bunga kembali mendorong XAU/USD bergerak turun.

5 Poin Terpenting :

- Emas sideways dua hari di sesi Asia, tetapi bias jangka pendek condong turun.

- Dolar AS menguat sebagai safe haven jelang deadline Trump terkait Iran dan Selat Hormuz.

- Ekspektasi bank sentral lebih hawkish menekan emas karena logam mulia tidak berimbal hasil.

- Minyak menguat dipicu retorika perang dan risiko eskalasi, memperbesar kekhawatiran inflasi energi.

- PMI Jasa ISM turun ke 54, namun Harga yang Dibayar naik ke 70,7, memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai