• Mon, Jun 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 June 2026 16:27  |

Ketegangan Iran-Israel Mengancam Rentannya Gencatan Senjata

Konflik antara Iran dan Israel kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada April. Laporan serangan rudal dari Iran muncul setelah Ketua Parlemen Iran, MB Ghalibaf, menuding blokade AS dan pelanggaran kesepakatan terkait Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Pada Senin (8/6) pagi, militer Israel (IDF) mengumumkan melalui akun X bahwa mereka telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran ke Israel dan menegaskan sistem pertahanan telah diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut. Serangan balasan oleh Israel menargetkan fasilitas militer di Iran bagian barat dan tengah, menurut pernyataan IDF.

Gedung Putih mengonfirmasi kepada media bahwa Presiden Donald Trump telah mendapat pengarahan terkait eskalasi terbaru ini, setelah Iran pertama kali menembakkan rudal ke Israel. Trump kemudian menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meminta menahan diri, namun Israel tetap melancarkan serangan balasan. Iran menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon dan blokade AS menjadikan aset Amerika dan sekutunya sah sebagai target.

Menurut militer Iran, gencatan senjata sebelumnya bersyarat pada penghentian permusuhan di semua front. Juru bicara Korps Garda Revolusi Iran menambahkan bahwa operasi ini merupakan peringatan dan respons akan lebih luas jika agresi berlanjut. Seorang pejabat Gedung Putih menilai bahwa Trump dan timnya salah mengira kesediaan Iran untuk melanjutkan konflik, sementara perilaku Iran menempatkan presiden AS pada situasi sangat menantang.

Situasi ini semakin memperjelas ketidakpastian negosiasi antara Washington dan Teheran. Seorang pejabat Iran yang terlibat dalam pembicaraan menyebut bahwa kesepakatan dengan Trump “tidak lagi memungkinkan” pada tahap ini. Pemerintah AS menekankan bahwa Netanyahu harus mengikuti kesepakatan yang dinegosiasikan AS, namun niat Iran untuk melanjutkan kesepakatan masih dipertanyakan. Eskalasi militer dan ketidakpastian diplomatik ini berpotensi menambah risiko geopolitik global, khususnya terhadap pasokan energi di Timur Tengah.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai