Nikkei Anjlok 3,74%, Saham Jepang Tertekan Aksi Jual Luas
Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (08/06), dengan indeks Nikkei 225 turun 3,74% di Tokyo. Tekanan terjadi setelah saham-saham di sektor Paper & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi menjadi pemberat utama pasar. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya aksi jual di tengah sentimen global yang masih rapuh.
Di antara saham yang masih mencatatkan penguatan, Toho Co. menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 6,80% ke level 1.280,50. Sementara itu, Sumitomo Dainippon Pharma naik 5,39% ke 1.514,50, dan Tokio Marine Holdings menguat 3,37% ke 7.232,00. Kenaikan beberapa saham tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan besar pada indeks utama.
Saham dengan penurunan terdalam dipimpin oleh SUMCO Corp. yang anjlok 12,84% ke level 3.522,00. Tekanan juga terjadi pada Murata Manufacturing yang turun 10,15% ke 8.711,00, serta Socionext Inc. yang melemah 10,05% ke 2.456,00. Secara keseluruhan, saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat, dengan 2.700 saham turun, sementara 909 saham naik dan 168 stagnan.
Dari pasar komoditas, harga minyak bergerak melonjak tajam. Crude oil untuk pengiriman Juli naik 4,59% ke US$94,70 per barel, sementara Brent oil untuk pengiriman Agustus menguat 4,95% ke US$97,70 per barel. Di sisi lain, kontrak emas Agustus justru melemah 0,95% ke US$4.323,84 per troy ounce, menunjukkan pasar masih bergerak selektif di tengah ketidakpastian global.
Sementara itu, pasangan USD/JPY turun tipis 0,05% ke 160,24, dan EUR/JPY melemah 0,07% ke 184,57. Indeks Dolar AS Futures juga turun 0,21% ke 99,85. Ke depan, investor akan mencermati arah harga minyak, pergerakan yen, serta sentimen global untuk melihat apakah tekanan pada bursa Jepang masih berlanjut atau mulai mereda dalam sesi berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id