Harga Emas Turun Pasca Pertumbuhan PDB yang Kuat
Harga emas melemah ke bawah $4.820/oz pada Kamis (22/1), bergerak lebih tenang setelah periode volatil yang membawa logam mulia ini mendekati rekor terbaru. Pasar mulai menimbang data ekonomi AS yang lebih kuat, sementara ketegangan geopolitik belum sepenuhnya hilang.
Pemicu utamanya datang dari revisi data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh sedikit lebih kencang dari perkiraan awal. Sinyal ini menguatkan narasi bahwa ekonomi masih cukup tangguh, walau laju pertumbuhan mulai melambat tipis di pinggirnya.
Kombinasi tersebut membuat real yield bertahan tinggi. Saat imbal hasil riil naik, daya tarik aset non-imbal hasil seperti emas biasanya berkurang, sehingga reli emas tertahan dan pasar memilih mode konsolidasi.
Meski begitu, emas belum kehilangan “tameng” utamanya: ketidakpastian global. Trump memang mundur dari ancaman tarif ke Eropa terkait Greenland dan menolak opsi penggunaan kekuatan, tetapi Denmark tetap menolak negosiasi, sementara parlemen Eropa menahan persetujuan perjanjian dagang UE–AS. Situasi ini membuat investor tetap menjaga posisi aman.
Dukungan tambahan juga datang dari efek rambatan gejolak di pasar obligasi Jepang. Aksi jual tajam di JGB sempat mengganggu sentimen global dan mendorong investor kembali melirik emas sebagai pelindung ketika pasar obligasi “panas.”(yds)
Sumber: Tradingeconomics.com