Awas Jangan Asal Entry Jelang NFP, Simak Prediksinya!
Data ekonomi AS yang sudah rilis memberi sinyal ekonomi masih cukup kuat. JOLTS (lowongan kerja) naik dan PHK turun, sementara ISM manufaktur juga membaik. Artinya, perusahaan masih butuh pekerja dan aktivitas bisnis belum melemah besar, jadi pasar cenderung berpikir The Fed belum perlu buru-buru turunkan suku bunga.
Hari ini ada ISM Services PMI (sektor jasa). Ini penting karena sektor jasa besar di AS. Kalau ISM Services naik/sesuai perkiraan, apalagi kalau komponen Employment ikut naik, itu biasanya menambah peluang NFP Jumat keluar bagus. Kalau ISM Services turun, terutama kalau Employment turun, peluang NFP lebih lemah jadi lebih besar. Tapi ingat: ini cuma petunjuk, bukan kepastian.
Menurut kacamata Newsmaker: NFP cenderung tidak buruk, lebih ke “masih kuat tapi tidak meledak”. Risiko utamanya bukan NFP anjlok, tapi NFP cukup kuat sehingga pasar makin yakin suku bunga bakal tinggi lebih lama atau bahkan naik.
Dampaknya ke pasar: kalau NFP kuat, biasanya dolar naik, emas turun (karena yield naik dan emas tidak berbunga), dan minyak bisa ikut terbantu (tanda permintaan masih kuat), meski minyak tetap paling sensitif pada headline geopolitik. Kalau NFP lemah, biasanya dolar melemah, emas dapat dorongan naik, dan minyak bisa tertekan karena kekhawatiran permintaan walau penurunannya bisa terbatas kalau risiko pasokan Timur Tengah masih panas.
Yang paling perlu dipantau Jumat bukan cuma angka NFP, tapi juga pengangguran dan upah. Kalau upah masih tinggi, pasar bisa tetap “hawkish” meski NFP tidak terlalu besar.(asd)*
Source: Newsmaker.id