• Wed, May 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 May 2026 11:30  |

Emas Mencoba Bertahan Jelang FOMC!

Harga emas bergerak tipis di atas $4.480/oz pada perdagangan awal Asia Rabu (20/5), menunjukkan tekanan lanjutan dari penguatan USD dan ekspektasi suku bunga tinggi. Emas saat ini menghadapi momentum turun sejak awal pekan, sementara trader menunggu rilis FOMC Minutes untuk petunjuk arah kebijakan The Fed.

Dari sisi fundamental, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran tetap menjadi faktor pendukung dolar sebagai safe haven, sekaligus membebani logam mulia. Pernyataan Presiden Trump terkait kemungkinan serangan baru, meski sempat ditunda, menambah ketidakpastian yang membuat investor menahan posisi di emas.

Harga minyak mentah yang tinggi memperkuat kekhawatiran inflasi global. Inflasi yang tetap tinggi memicu ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat atau lebih besar daripada yang semula diperkirakan, memberikan tekanan tambahan pada emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Data pasar obligasi menunjukkan yield Treasury AS jangka panjang terus naik, mendukung penguatan dolar. Yield 30-tahun mendekati level tertinggi beberapa tahun terakhir, sementara 10-tahun bergerak di atas 4,65%, menekan daya tarik emas. Kondisi ini menjadi katalis negatif fundamental bagi harga logam mulia menjelang FOMC.

Secara teknikal, emas terlihat terkonsolidasi dalam rentang $4.475–$4.500/oz, dengan bias turun jangka pendek support jangka pendek berada di sekitar $4.475–$4.470/oz. Jika level ini ditembus, emas bisa bergerak turun ke $4.450/oz sebagai support berikutnya. Setiap upaya rebound berpotensi dijual kembali, mencerminkan tekanan kuat dari fundamental dan sentimen risk-off. Volume perdagangan relatif tipis, menunjukkan pasar menunggu arah dari Minutes FOMC.

Sentimen pasar juga dipengaruhi ketidakpastian terkait resolusi konflik Iran. Jika tensi meningkat atau Selat Hormuz tetap tertutup, harga energi bisa mendorong inflasi lebih lanjut, menjaga ekspektasi suku bunga tinggi dan menekan emas. Sebaliknya, jika ada tanda-tanda de-eskalasi, logam mulia bisa mendapat sedikit ruang untuk rebound sementara.

Kesimpulannya, menjelang rilis Minutes FOMC malam ini, arah emas sangat tergantung pada kombinasi USD, yield obligasi, ekspektasi suku bunga, dan headline geopolitik. Jalur resistance kuat berada di sekitar $4.500/oz, sementara support jangka pendek menunggu reaksi pasar terhadap data Minutes dan perkembangan Timur Tengah.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Jenewa Hari Ini: AS–Iran: Satu Berita Utama Dapat Menggunc...

Putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran diadakan hari ini di Jenewa, Swiss, dengan saluran komunikasi dimediasi oleh Oman....

17 February 2026 10:34
ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

$5.000 Ditembus! Investor Kabur dari Dolar & Obligasi

Harga emas menembus $5.000 per ons dan mencetak rekor baru di awal pekan, saat investor berbondong-bondong mencari aset aman ...

26 January 2026 11:35
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai