• Wed, May 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 May 2026 12:20  |

Minyak Tahan Pelemahan di Bawah $111

Harga minyak menahan pelemahan pada Rabu (20/5), dengan Brent di $110,72/barel dan WTI di $103,75/barel, setelah investor menimbang ancaman terbaru Presiden Donald Trump terkait serangan terhadap Iran. Meskipun Trump menyatakan perang bisa segera berakhir dan Iran ingin mencapai kesepakatan, pasar tetap berhati-hati karena ancaman serangan sebelumnya sering tidak terealisasi.

Pasar menilai bahwa risiko eskalasi militer saat ini belum cukup mendesak untuk mendorong kenaikan harga minyak lebih lanjut. Trump menyebut kemungkinan tindakan militer dalam dua hingga tiga hari ke depan, sementara analis Vishnu Varathan dari Mizuho Securities menekankan bahwa pasar memerlukan ancaman yang lebih nyata agar reaksi harga signifikan.

Ketegangan Timur Tengah tetap menekan pasokan melalui Selat Hormuz, yang telah membuat harga energi global dan inflasi naik. AS juga menyita kapal tanker terkait Iran, menambah pasokan. Di sisi lain, rencana NATO untuk mengawal kapal jika rute tetap tertutup bisa membatasi risiko pasokan jangka menengah.

Pergerakan minyak juga dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan global. Kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun di atas 4,5% mendorong investor menilai kembali ekspektasi risiko, sehingga menahan kenaikan minyak lebih lanjut. Volume transaksi besar pada Brent put options senilai 134 juta juga tidak menambah kewaspadaan pasar.

Di sisi geopolitik, pertemuan di Beijing antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin menekankan seruan untuk gencatan senjata di Timur Tengah, termasuk Iran dan Ukraina, yang menambah sentimen hati-hati di pasar energi.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih tetap menolak menjual ekspor minyak AS meskipun stok domestik turun signifikan, sekitar 9,1 juta barel pekan lalu, yang jika dikonfirmasi akan menjadi penurunan terbesar sejak September.

Secara keseluruhan, minyak bergerak tipis dan tetap berada di bawah tekanan dari kombinasi geopolitik, inflasi, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Pasar menunggu perkembangan lebih lanjut dari Timur Tengah dan langkah konektivitas NATO untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai