Emas Turun ke Level Terendah Sejak Akhir Maret, USD Masih Kuat
Harga emas kembali melemah pada Rabu, mencapai level terendah sejak 30 Maret, setelah sempat menyentuh sedikit di atas $4.500/oz pada sesi Asia. Penguatan dolar AS membuat emas sulit pulih, karena investor khawatir tentang kenaikan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik yang terus menekan pasar.
Ketidakpastian konflik AS-Iran tetap menjadi faktor utama yang mendukung dolar. Presiden Trump mengatakan serangan baru bisa terjadi jika kesepakatan gagal, meski sebelumnya sempat menunda serangan atas permintaan negara Teluk. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance menegaskan kedua pihak sebenarnya ingin menghindari eskalasi militer, tetapi perbedaan besar soal program nuklir Iran dan kontrol Selat Hormuz masih mengganjal.
Tekanan tambahan datang dari harga minyak mentah yang tetap tinggi, memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini mendorong pasar untuk menilai peluang The Fed menaikkan suku bunga. Menurut CME FedWatch Tool, ada lebih dari 55% kemungkinan The Fed menambah 25 bps pada 2026. Komentar Philadelphia Fed President Anna Paulson memperkuat ekspektasi ini, dan yield Treasury AS yang tinggi menambah daya tarik dolar sambil menekan emas yang tidak memberi bunga.
Dari sisi teknikal, emas masih terlihat rentan turun lebih lanjut, karena penguatan USD membuat setiap upaya rebound kemungkinan cepat dijual. Trader kini menunggu FOMC Minutes yang akan dirilis untuk petunjuk lebih jelas arah kebijakan The Fed. Selain itu, perkembangan konflik Timur Tengah tetap menjadi katalis penting bagi logam mulia.
Kombinasi fundamental ini membuat bias pasar condong ke USD bulls, sehingga jalur resistensi untuk emas ke atas cenderung terbatas. Investor kemungkinan lebih berhati-hati, dengan pemulihan harga emas yang mudah tersendat dan cepat kembali ditekan.
Secara keseluruhan, emas menghadapi tekanan ganda: geopolitik + ekspektasi suku bunga tinggi, membuat investor cenderung menahan posisi atau menjual pada kenaikan sementara, menunggu katalis baru yang jelas.
5 inti poin :
- Emas anjlok ke level terendah sejak akhir Maret, susah naik gara-gara USD kuat.
- Konflik AS-Iran bikin pasar takut, dolar jadi safe haven.
- Harga minyak tinggi bikin inflasi makin kelihatan, The Fed diprediksi bakal naik suku bunga.
- Trader lagi nunggu FOMC Minutes buat liat arah kebijakan Fed.
Intinya, setiap coba naik, emas gampang dijual lagi, jalur rebound tipis.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id