• Thu, Apr 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 April 2026 13:13  |

Emas Tertekan di Sesi Asia, Kombinasi Dolar Kuat dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan hari ini di sesi Asia, melanjutkan tren koreksi dalam beberapa hari terakhir. Tekanan terhadap logam mulia muncul seiring penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya apabila Kevin Warsh terpilih sebagai ketua The Fed baru.

Secara fundamental, kenaikan harga energi global—khususnya minyak—kembali memicu kekhawatiran inflasi yang lebih persisten. Kondisi ini justru menekan emas karena pasar menilai peluang penurunan suku bunga menjadi semakin kecil dalam waktu dekat. Ketika suku bunga tinggi bertahan, daya tarik emas sebagai aset non-yield menjadi berkurang dibandingkan instrumen berbasis dolar yang memberikan imbal hasil.

Penguatan US Dollar turut memperburuk tekanan terhadap emas. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor di luar Amerika Serikat, sehingga permintaan global cenderung melemah. Kombinasi ini mendorong aksi jual yang cukup konsisten dalam beberapa sesi terakhir.

Meski demikian, faktor geopolitik masih memberikan penahan terhadap penurunan harga emas. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang belum sepenuhnya mereda, menjaga minat terhadap aset safe haven tetap ada. Namun untuk saat ini, pengaruh faktor tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren secara signifikan karena dipengaruhi oleh sektor energy.

Dari sisi teknikal, pergerakan emas menunjukkan fase koreksi setelah gagal menembus area resistance kuat di kisaran 4.890–4.900. Tekanan jual masih dominan selama harga berada di bawah area tersebut. Level support terdekat berada di kisaran 4.680–4.725, dengan potensi penurunan lanjutan menuju area 4.640 apabila tekanan berlanjut. Sementara itu, peluang pemulihan baru akan terbuka jika harga mampu kembali menembus resistance 4.846 dan menguat secara konsisten.

Secara keseluruhan, pergerakan emas hari ini masih dibayangi sentimen negatif dari sisi kebijakan moneter dan kekuatan dolar. Namun volatilitas tetap tinggi, terutama jika terjadi perkembangan signifikan dari sisi geopolitik. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan dolar, arah kebijakan The Fed, serta dinamika Timur Tengah sebagai faktor utama yang dapat mengubah arah pasar dalam waktu singkat.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

ANALYSIS & OPINION

Jenewa Hari Ini: AS–Iran: Satu Berita Utama Dapat Menggunc...

Putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran diadakan hari ini di Jenewa, Swiss, dengan saluran komunikasi dimediasi oleh Oman....

17 February 2026 10:34
ANALYSIS & OPINION

Sikap Hati-Hati Investor Lemahkan Emas

Para pejabat The Fed tadi malam mengatakan bahwa mereka masih tetap bersabar untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%...

29 May 2025 09:18
ANALYSIS & OPINION

$5.000 Ditembus! Investor Kabur dari Dolar & Obligasi

Harga emas menembus $5.000 per ons dan mencetak rekor baru di awal pekan, saat investor berbondong-bondong mencari aset aman ...

26 January 2026 11:35
ANALYSIS & OPINION

Prospek 2026: 4 Aset, 1 Pertanyaan Besar—Risk On atau Risk...

Arah pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan ditentukan oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, tren penurunan...

28 December 2025 12:20
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai