Emas Stabil, Kebuntuan Hormuz Jaga Risiko Inflasi Tinggi
Harga emas bergerak terbatas setelah Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, namun pasar masih dibayangi kebuntuan di Selat Hormuz yang menekan keamanan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Bullion berada di sekitar $4.725 per ons pada perdagangan awal.
Emas sebelumnya naik 0,4% pada sesi sebelumnya untuk menghentikan penurunan dua hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan yang disepakati 7 April akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu Iran mengajukan proposal perdamaian baru, sementara Teheran disebut tidak berencana ikut negosiasi dalam waktu dekat.
Perpanjangan gencatan dipandang sebagai perubahan sikap dari ancaman sebelumnya untuk melanjutkan pengeboman bila kesepakatan tidak tercapai sebelum tenggat Rabu. Meski demikian, AS dan Iran masih terlibat dalam perebutan kendali atas Hormuz untuk meningkatkan posisi tawar, dengan kedua pihak mempertahankan blokade masing-masing di kawasan dan laporan tembakan kapal cepat Iran terhadap kapal komersial.
Konflik yang memasuki pekan kedelapan telah memicu guncangan pasokan energi yang meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkannya. Lingkungan suku bunga yang lebih ketat ini menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, dan harga emas disebut telah turun sekitar 10% sejak perang dimulai.
Dari sisi pelaku pasar, Rhona O’Connell dari StoneX menilai pasar logam mulia cenderung tetap berhati-hati dan volatil, karena rumah dagang profesional enggan menambah posisi besar di tengah kondisi geopolitik yang masih sensitif dan mudah berubah.
Pada perdagangan terbaru, spot gold turun 0,3% ke $4.727,65 per ons (07.34 Singapura). Perak turun 0,3% ke $77,48, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index tercatat sedikit lebih rendah.
5 inti poin (detail & sederhana):
- Emas stabil di sekitar $4.725/oz, setelah naik 0,4% pada sesi sebelumnya dan menghentikan penurunan dua hari.
- Trump memperpanjang gencatan AS–Iran tanpa batas waktu sambil menunggu proposal baru dari Iran; Iran disebut belum siap ikut negosiasi segera.
- Kebuntuan Hormuz berlanjut: kedua pihak mempertahankan blokade dan ada laporan tembakan kapal cepat Iran terhadap kapal komersial.
- Guncangan pasokan energi menjaga risiko inflasi tinggi, meningkatkan peluang suku bunga ditahan lebih lama/naik, yang menjadi tekanan bagi emas non-yielding.
- Spot gold -0,3% ke $4.727,65; perak -0,3% ke $77,48; indeks dolar Bloomberg sedikit melemah.(Asd)
Sumber: Newsmaker.id