Bursa Jepang Ditutup Merah, Nikkei 225 Terkoreksi 0,74%
Saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/04), dengan Nikkei 225 turun 0,74% di akhir sesi Tokyo. Pelemahan dipimpin oleh tekanan di sektor Paper & Pulp, Transport, dan Communication, yang mendorong mayoritas saham bergerak di zona merah.
Di level saham, penguatan terbesar datang dari Socionext yang naik 7,09% ke 2.002,50, disusul Renesas Electronics yang melonjak 6,69% ke 3.300,00 dan mencetak level tertinggi 52 minggu, serta Mitsubishi Heavy Industries yang menguat 5,46% ke 4.754,00. Namun, penguatan beberapa saham besar ini belum cukup mengimbangi tekanan luas di pasar.
Sementara itu, pelemah terdalam dipimpin Nikon yang jatuh 10,36% ke 1.695,50, diikuti BayCurrent Consulting turun 9,73% ke 5.416,00 dan Konica Minolta melemah 6,70% ke 552,60. Secara keseluruhan, saham yang turun jauh lebih banyak dibanding yang naik di Bursa Tokyo, dengan 2.758 saham melemah, 831 menguat, dan 203 stagnan.
Dari sisi sentimen risiko, Nikkei Volatility (indikator volatilitas tersirat opsi Nikkei 225) turun 0,80% ke 29,73, mengindikasikan volatilitas yang sedikit mereda meski indeks ditutup negatif. Di pasar valuta, USD/JPY naik 0,11% ke 159,68 dan EUR/JPY naik 0,10% ke 186,89, sementara US Dollar Index Futures menguat tipis 0,07% ke 98,48.
Di komoditas, minyak menguat dengan WTI naik 1,59% ke US$94,44/barel dan Brent naik 1,41% ke US$103,35/barel, sementara emas berjangka turun 0,48%. Kombinasi penguatan energi dan penguatan tipis dolar/yen berpotensi menjaga tekanan pada sebagian saham sensitif biaya dan aset defensif, sehingga pasar akan memantau apakah pergerakan di FX (USD/JPY) dan harga energi berlanjut dan kembali mempengaruhi rotasi sektor pada sesi berikutnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id