Bursa Eropa Terkoreksi 0,4% di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Saham Eropa ditutup melemah ke level terendah dua pekan pada Kamis (23/04), dengan STOXX 50 turun 0,4% ke 5.880 dan STOXX 600 turun 0,4% ke 613. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak yang memicu kembali kekhawatiran inflasi, di saat pasar juga mencerna rilis data PMI serta rangkaian laporan kinerja emiten.
Sentimen utama dipicu oleh eskalasi ketegangan di Selat Hormuz, ditambah absennya pembicaraan damai AS–Iran, yang memperkuat risiko gangguan pasokan energi. Kenaikan harga minyak kembali mengangkat narasi inflasi, yang pada gilirannya dapat menahan ruang pelonggaran kebijakan moneter dan meningkatkan sensitivitas valuasi saham terhadap ekspektasi suku bunga.
Di sisi emiten, L’Oréal melonjak 8% setelah melaporkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dalam laporan pasca-penutupan Rabu. Nokia juga naik 8% menyusul kenaikan laba operasional kuartalan (comparable) yang melampaui ekspektasi, menunjukkan pasar masih selektif memburu kejutan positif di tengah pelemahan indeks yang lebih luas.
Saham defensif campuran: Roche stabil, sementara Nestlé naik 6% meski keduanya melaporkan penurunan penjualan kuartal pertama. Di sektor kesehatan dan otomotif, Sanofi naik 1,7% setelah penjualan bersih Q1 naik 6,2%, sedangkan Renault menguat 2,3% seiring pendapatan Q1 naik 7,3%.
Ke depan, pelaku pasar akan memantau apakah kenaikan minyak bertahan dan kembali mengubah ekspektasi jalur inflasi, sekaligus memperlebar perbedaan kinerja antar-sektor. Variabel kunci yang akan diawasi mencakup perkembangan ketegangan di Hormuz, arah harga energi, pembacaan lanjutan data aktivitas (PMI), serta kualitas kejutan dari musim laporan keuangan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id