Emas Melemah di Sesi Asia, Investor Lakukan Aksi Ambil Untung
Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia hari ini, setelah sebelumnya mencetak rekor harga tertinggi baru. Tekanan pada logam mulia ini terutama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) investor menyusul kuatnya data retail sales AS semalam serta penyesuaian posisi pasar menjelang agenda ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan.
Pelemahan harga emas dinilai sebagai koreksi jangka pendek yang wajar, mengingat reli kuat yang terjadi sebelumnya telah membawa harga ke area jenuh beli. Dengan likuiditas pasar yang relatif lebih tipis di sesi Asia, tekanan jual yang tidak terlalu besar pun sudah cukup untuk mendorong harga bergerak turun.
Dari sisi fundamental, pergerakan emas turut dipengaruhi oleh dolar AS yang cenderung stabil hingga menguat tipis pada awal perdagangan. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, sehingga menekan minat beli dalam jangka pendek. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih bertahan di level relatif tinggi ikut meningkatkan biaya peluang memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Pasar juga cenderung berhati-hati dan memilih bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk data inflasi dan pernyataan lanjutan dari pejabat Federal Reserve. Minimnya katalis baru pada sesi Asia membuat pelaku pasar lebih fokus pada pengamanan keuntungan dibandingkan membuka posisi baru.
Secara teknikal, emas menghadapi tekanan jual di area resistance psikologis, menyusul kegagalan harga bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa. Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) sebelumnya berada di zona jenuh beli, sehingga koreksi yang terjadi saat ini dipandang sebagai upaya pasar untuk menormalkan kembali pergerakan harga.
Pada kerangka waktu intraday, harga emas juga menunjukkan pola lower high, yang mengindikasikan pelemahan sementara dan membuka ruang penurunan menuju area support terdekat. Meski demikian, struktur tren bullish jangka menengah masih terjaga, selama harga mampu bertahan di atas zona support utama.
Pelaku pasar kini menantikan pergerakan lanjutan pada sesi Eropa dan Amerika Serikat, yang diperkirakan akan menghadirkan volume lebih besar dan arah harga yang lebih jelas. Jika tekanan dolar mereda dan sentimen risiko global kembali meningkat, emas berpeluang menemukan kembali minat beli. Sebaliknya, penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi berpotensi memperpanjang fase konsolidasi.
Secara keseluruhan, pelemahan emas di sesi Asia hari ini lebih mencerminkan koreksi teknikal dan aksi ambil untung, bukan perubahan arah tren utama. Prospek emas masih didukung oleh faktor fundamental jangka menengah, termasuk ketidakpastian global dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id