• Thu, Jan 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

15 January 2026 11:24  |

Emas Turun Tipis—Apakah Reli Mulai Kehabisan Tenaga?

Emas (XAU/USD) melemah tipis pada Kamis (15/01) setelah sempat mencetak rekor baru $4.643 di sesi sebelumnya. Di perdagangan terbaru, harga bergerak di sekitar $4.600 per troy ons, menandakan pasar mulai “mengunci profit” usai reli tajam.

Tekanan utama datang dari data ekonomi AS yang cenderung kuat. PPI dan penjualan ritel yang lebih tinggi dari perkiraan, ditambah penurunan tingkat pengangguran pekan lalu, membuat pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga lebih lama.

Karena emas tidak memberi imbal hasil (non-interest bearing), prospeknya biasanya melemah ketika peluang suku bunga tinggi bertahan meningkat. Ditambah lagi, indeks dolar (DXY) kembali menguat ke sekitar 99,10, sehingga emas berdenominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli non-dolar.

Dari sisi data, penjualan ritel AS November naik 0,6% menjadi $735,9 miliar, membalikkan kontraksi Oktober dan melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, PPI November juga menguat, dengan inflasi produsen (headline dan core) berada di sekitar 3% (YoY)—memberi alasan tambahan bagi The Fed untuk tidak buru-buru melonggarkan kebijakan.

Sejumlah sinyal dari pejabat Fed juga mengarah ke nada “tahan dulu”. Neel Kashkari menilai ekonomi masih relatif tangguh dan inflasi bergerak ke arah yang benar meski masih terlalu tinggi. Beige Book juga menyebut aktivitas ekonomi meningkat dalam laju “sedikit hingga moderat”, membaik dibanding beberapa laporan sebelumnya.

Di sisi geopolitik, permintaan safe-haven emas sempat sedikit mereda setelah muncul sinyal bahwa ketegangan Iran tidak makin memburuk. Trump menyatakan laporan menunjukkan eskalasi penindakan “mulai mereda”, meski ia tetap membuka kemungkinan langkah lebih keras jika situasi berubah.

Namun, pasar belum sepenuhnya tenang. Kekhawatiran soal independensi The Fed kembali jadi perhatian setelah isu tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell mencuat, meski Trump menyatakan belum berencana memecat Powell. Kombinasi faktor ini membuat emas rawan bergerak “naik-turun cepat”: ditahan data kuat, tetapi ditopang ketidakpastian kebijakan dan geopolitik.

Inti Poin:

- Emas turun setelah rekor $4.643, kini bergerak di sekitar $4.600.

- Data AS yang kuat (Retail Sales & PPI) memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan.

- DXY menguat sehingga menekan minat beli emas dari luar AS.

- Geopolitik sedikit mereda, mengurangi dorongan safe-haven untuk sementara.

- Isu independensi The Fed tetap jadi “bahan bakar” risiko, menjaga volatilitas emas.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas dan Perak Stabil Usai Pecah Rekor - Lanjut Naik atau Mu...

Harga emas dan perak terkoreksi tipis setelah sehari sebelumnya melonjak ke rekor baru. Setelah euforia beli komoditas membes...

15 January 2026 07:20
BIAS23.com NM23 Ai