Emas Tembus $4.350, Dolar Kuat Pun Diabaikan!
Harga emas (XAU/USD) melesat pada sesi perdagangan Amerika Utara hari Jumat (19/12), naik 0,30% meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) meningkat dan Dolar AS juga menguat. Dolar AS diperkirakan menutup pekan ini dengan kenaikan moderat sekitar 0,25%. Saat laporan ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di $4.344, setelah memantul dari level terendah harian di $4.309.
Bullion menguat menjelang akhir perdagangan Jumat meski yield AS naik dan Dolar AS stabil lebih kuat. Pada Jumat, agenda data ekonomi AS relatif sepi, karena pekan perdagangan “formal” terakhir tahun ini hampir berakhir dan banyak meja perdagangan mulai memasuki periode libur Natal. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan untuk Desember berada di bawah perkiraan, karena responden survei memperkirakan tingkat pengangguran akan naik, sementara pembelian barang tahan lama (durable goods) melemah untuk bulan kelima berturut-turut.
Sebelumnya, Presiden Federal Reserve (The Fed) New York John Williams mengatakan bahwa ia tidak memiliki “rasa urgensi untuk mengubah kebijakan moneter.” Sikap Williams dinilai bergeser dari dovish menjadi netral-cenderung hawkish ketika Greenback kembali menguat. Pada saat yang sama, harga emas sempat turun ke $4.320, sebelum kembali naik dan mencetak level tertinggi harian.
Sepanjang pekan ini, harga emas sempat mencatat level tertinggi mingguan di $4.374 pada Kamis. Namun, pembeli tampak enggan menguji level tertinggi tahun berjalan (year-to-date/YTD) di $4.381, seiring kenaikan imbal hasil obligasi global. Yield US Treasury meningkat setelah Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga dari 0,50% menjadi 0,75% pada Jumat.
Pekan depan, agenda data ekonomi AS akan lebih padat pada 23 Desember, karena pekan perdagangan dipersingkat oleh libur Natal. Pelaku pasar akan mencermati rata-rata 4 pekan data ADP Employment Change, rilis awal angka pertumbuhan ekonomi PDB kuartal III, serta data Durable Goods Orders bulan Oktober, dan data Industrial Production untuk Oktober dan November.(yds)
Sumber: FXStreet.com