Ketidakpastian Global Angkat Harga Emas
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan hari Rabu(14/1), sementara perak menembus level psikologis US$90 untuk pertama kalinya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran serta kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve AS, yang mendorong investor beralih ke aset safe-haven. Pada saat yang sama, data inflasi AS yang lebih rendah juga memperkuat ekonomi ekonomi suku bunga dalam waktu dekat.
Spot emas tercatat naik 0,9% menjadi US$4.627,72 per ons pada pukul 10:01 GMT, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$4.639,48. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,8% ke level US$4.636. Menurut kepala analis pasar Nemo.money, Jamie Dutta, kombinasi risiko geopolitik, fiskal, dan kekhawatiran terhadap otonomi bank sentral telah memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Sentimen safe-haven semakin menguat setelah para kepala bank sentral dunia secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell, menyusul ancaman pemerintahan Presiden Donald Trump yang dapat menggerus kepercayaan terhadap aset AS, termasuk dolar. Di sisi geopolitik, protes yang berkelanjutan di Iran telah meningkatkan ketegangan global, dengan jumlah korban tewas mencapai 2.571 orang menurut kelompok HAM HRANA, memicu kekhawatiran potensi intervensi Amerika Serikat.
Di sisi lain, Indeks Harga Konsumen inti AS tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, memperkuat ekspektasi pasar terhadap dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Spot perak melonjak 4% menjadi US$90,46 per ons setelah sempat menyentuh rekor US$91,53, dengan kenaikan hampir 27% sepanjang awal tahun. Logam mulia lainnya juga menguat, dengan platinum naik 3,5% dan paladium mencatat kenaikan tipis, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek logam mulia ke depan.(alg)
Sumber: Newsmaker.id