Safe Haven Lesu—Emas Terkapar Pasca Data Tenaga Kerja
Harga emas melemah pada Kamis (15/1) setelah reli tiga hari beruntun yang membawa logam mulia ini mencetak rekor baru. Pasar mulai aksi ambil untung, sementara “premi safe haven” ikut menipis di tengah meredanya kekhawatiran eskalasi cepat AS–Iran dan nada politik AS yang lebih menenangkan.
Spot gold: sekitar US$4.600,00/oz
Gold futures AS (Feb): sekitar US$4.613,00/oz
Emas sebelumnya sempat menyentuh rekor US$4.642,72/oz pada sesi Rabu.
Risiko Iran “reda sementara” - safe haven kendor
Trump menyampaikan bahwa ia mendapat informasi penindakan mematikan di Iran mulai mereda dan tidak ada sinyal eksekusi massal dalam waktu dekat. Pasar menilai peluang respons militer AS yang segera jadi lebih kecil, sehingga permintaan emas sebagai pelindung risiko ikut berkurang.
Trump redakan drama The Fed
Trump juga mengatakan tidak ada rencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, yang membantu meredakan kekhawatiran pasar soal independensi bank sentral—salah satu faktor yang sempat mengerek emas ke rekor.
Tambahan “bumbu” dari data ekonomi AS hari ini — efeknya ke emas
Rilis data AS pada Kamis memberi sinyal ekonomi masih cukup tahan banting, yang cenderung menopang dolar & yield—dua hal yang biasanya menjadi penekan emas.
Initial Jobless Claims turun ke 198K (di bawah perkiraan 215K) untuk pekan berakhir 10 Januari. Ini memberi kesan pasar tenaga kerja masih ketat, meski ada catatan soal faktor musiman awal tahun.
Empire State Manufacturing (New York) berbalik naik ke 7,7 (ekspansi) dari sebelumnya -3,7, menandakan aktivitas pabrik membaik.
Philadelphia Fed Manufacturing juga melesat ke 12,6 dari -8,8, memperkuat narasi pemulihan manufaktur regional.
Impact ke emas: data yang lebih kuat membuat pasar lebih nyaman dengan skenario Fed tidak buru-buru dovish, sehingga emas lebih rentan koreksi jangka pendek (profit-taking makin “besar”). Namun, emas masih punya bantalan jika ekspektasi pemangkasan suku bunga 2026 tetap hidup. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id