Perak Melejit! Rahasia di Balik Lonjakan Harga Sejarah
Pasar perak sedang menjadi sorotan karena fundamentalnya semakin kuat. Harga perak berhasil menembus lebih dari USD 90 per ons, level tertinggi dalam sejarah, setelah data ekonomi global menunjukkan inflasi rendah dan harapan pemotongan suku bunga meningkat. Permintaan logam ini tetap tinggi di tengah risiko geopolitik dan minat investor yang besar.
Salah satu faktor utama adalah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Produksi global perak belum mampu mengikuti laju permintaan, terutama dari sektor industri modern seperti panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik. Pasokan juga terhambat karena sebagian besar perak dihasilkan sebagai produk sampingan dari tambang logam lain, sehingga sulit meningkatkan output secara cepat.
Permintaan industri untuk perak terus tumbuh pesat. Logam ini menjadi komponen penting dalam teknologi energi bersih dan perangkat elektronik karena konduktivitas listrik dan sifat uniknya. Sektor panel surya memakai perak dalam jumlah besar, sementara kebutuhan dari sektor otomotif dan teknologi terus meningkat.
Selain dari sisi industri, investor juga melihat perak sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ekspektasi pemotongan suku bunga membuat logam yang tidak memberikan bunga seperti perak menjadi lebih menarik bagi portofolio investasi, memperkuat permintaan dari pasar modal.
Meski fundamental jangka panjang mendukung tren naik, pasar perak tetap rentan terhadap volatilitas harga. Faktor seperti imbal hasil riil, kondisi ekonomi global, dan perubahan suku bunga dapat mempengaruhi sentimen investor. Namun, pasokan yang ketat dan permintaan industri yang kuat membuat banyak analis tetap optimistis tentang prospek perak ke depan. (az)
Sumber: Newsmaker.id