Dolar Menguat Usai Data AS, Fed Ikut “Kunci” Ekspektasi Cut
Dolar AS kembali menguat pada Kamis (15/1), ditopang serangkaian data ekonomi yang memberi sinyal ekonomi masih cukup tahan banting—membuat pasar makin nyaman dengan skenario Fed menahan suku bunga lebih lama. Indeks dolar (DXY) bertahan di area 99,09 atau naik sekitar 0,3%.
Dorongan utama datang dari data tenaga kerja dan manufaktur. Initial jobless claims turun ke 198 ribu, sementara continuing claims berada di 1,884 juta—menggambarkan pasar kerja yang belum “retak”. Di saat yang sama, aktivitas pabrik juga membaik: Empire State berbalik ekspansi ke 7,7, dan Philly Fed melonjak ke 12,6 (rebound tajam dari bulan sebelumnya).
Dari sisi harga, laporan impor AS juga ikut jadi amunisi dolar. Harga impor naik 0,4% (periode Sep–Nov), meski komponen energi menurun—memberi gambaran inflasi barang belum sepenuhnya “hilang” dan Fed punya alasan untuk tetap hati-hati.
Komentar pejabat Fed hari ini ikut mengunci narasi “tahan dulu”. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menegaskan fokus utama tetap mengembalikan inflasi ke 2%, sambil menyebut pasar tenaga kerja terlihat stabil—artinya pemangkasan hanya masuk akal kalau tren disinflasi benar-benar meyakinkan. Sementara itu, pasar juga memantau agenda pidato pejabat Fed lainnya yang dijadwalkan hari ini (termasuk Barr, Barkin, dan Schmid) sebagai penentu apakah ada perubahan nada menjelang pertemuan FOMC berikutnya.
Di pasar valas, mata uang Eropa tertekan: EUR/USD bertahan di sekitar 1,1636, GBP/USD di 1,3366, sementara USD/JPY tetap tinggi di 158,79 dan USD/CAD di sekitar 1,3910. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id